Pengembangan Ekonomi Warga lewat Budi Daya Lebah Hutan

Kamis, 29 September 2022 - 17:25 WIB
Sejak bermitra dengan perusahaan PT WKS, Wanudin mengaku telah memberikan banyak perubahan ekonomi kelompoknya. Dari semula kelompok ini hanya fokus pada bagi hasil kemitraan, kini memiliki pendapatan lain dari budi daya lebah sehingga membantu menopang pendapatannya.

Selain itu, produk madu dari penangkaran yang mereka kelola itu terus meningkat. Dalam sebulan kelompoknya bisa memproduksi sebanyak 7 ton madu murni. Namun peningkatan produksi madu ini kata Wanudin, masih memiliki kendala dan belum mampu diserap sepenuhnya.

“Rata-rata sebulan yang terjual 1,5 ton, sehingga sisanya masuk stok di gudang,” ujar Wanudin seraya menambahkan rata-rata dalam sebulan kelompok ini membukukan omzet puluhan juta dengan harga rata-rata Rp40-70 ribu per kilogram.

Sejak sebulan lalu kelompok mereka telah membuka cabang pemasaran di Batam Kepulauan Riau. Melalui kantor pemasaran di luar daerah ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan dan harga juga yang lebih tinggi.

Sama halnya dengan Wanudin, Febri, pemuda Desa Kelagian, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Jambi, merasakan betul cuan dari budi daya lebah madu. Dari semula ia mengembangkan 68 kotak, kini kota-kotak yang dihuni lebah itu terus berkembang.

"Kalau mulai usaha madu ini sejak 2020. Sekarang sudah ada hampir 200-an kotak," kata Febri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!