Wamenkeu: Indonesia Mampu Menjaga Inflasi pada Level Moderat
Senin, 03 Oktober 2022 - 15:55 WIB
Menurut Suahasil, cara Indonesia meningkatkan growth adalah dengan mengeluarkan belanja negara yang sangat besar pada periode 2020-2021 sebagai bagian dari penanganan Covid-19. Hal ini menimbulkan ekstra defisit. Total ekstra defisit Indonesia selama 2020-2021 adalah 10,7% dari PDB.
Banyak negara lain yang ekstra defisitnya itu di atas Indonesia yang mana itu berarti bahwa negara tersebut mengeluarkan utang lebih besar dibandingkan yang dikeluarkan Indonesia.
Namun, dia juga mengingatkan bahwa risiko global ke depan masih harus terus diwaspadai. Wamenkeu mengatakan, bahwa walaupun saat ini Indonesia mampu menjaga perekonomian dengan solid, namun rambatan risiko global seperti inflasi yang berkelanjutan hingga menyebabkan stagflasi harus terus diperhatikan.
“Kita bersyukur pertumbuhan Indonesia masih tetap tinggi dengan kenaikan inflasi yang tidak terlalu tinggi. Ini kondisi yang musti kita jaga ke depan dengan berbagai macam cara. Pemerintah akan tetap menggunakan APBN sebagai shock absorbernya, dan pada saat yang bersamaan inflasi musti tetap kita jaga,” pungkasnya.
Banyak negara lain yang ekstra defisitnya itu di atas Indonesia yang mana itu berarti bahwa negara tersebut mengeluarkan utang lebih besar dibandingkan yang dikeluarkan Indonesia.
Namun, dia juga mengingatkan bahwa risiko global ke depan masih harus terus diwaspadai. Wamenkeu mengatakan, bahwa walaupun saat ini Indonesia mampu menjaga perekonomian dengan solid, namun rambatan risiko global seperti inflasi yang berkelanjutan hingga menyebabkan stagflasi harus terus diperhatikan.
“Kita bersyukur pertumbuhan Indonesia masih tetap tinggi dengan kenaikan inflasi yang tidak terlalu tinggi. Ini kondisi yang musti kita jaga ke depan dengan berbagai macam cara. Pemerintah akan tetap menggunakan APBN sebagai shock absorbernya, dan pada saat yang bersamaan inflasi musti tetap kita jaga,” pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :