OPEC+ Siap Bahas Pengurangan Produksi, Harga Minyak Dunia Tergelincir
Rabu, 05 Oktober 2022 - 11:04 WIB
Amerika Serikat mendorong produsen OPEC+ untuk tidak melanjutkan pemangkasan besar-besaran di tengah upaya Presiden Joe Biden untuk mencegah kenaikan harga bensin AS. Dampak pengetatan pasokan dinilai akan terbatas lantaran sejumlah negara anggota OPEC+ telah memompa minyak jauh di bahwa kuota yang ada. Sebagai catatan, pada Agustus, OPEC+ meleset dari target produksinya sebesar 3,58 juta barel per hari.
Baca Juga: Perbandingan Harga BBM Termurah di Dunia dengan Arab Saudi, Negara Ini Jual Bensin Cuma Rp300 per Liter
Namun demikian, kesepakatan ihwal pemotongan produksi dalam jumlah yang masif, dinilai ANZ akan mengirimkan pesan kuat bahwa kelompok tersebut bertekad untuk mendukung pasar. Di tengah ketatnya stok ditambah sanksi Uni Eropa terhadap minyak Rusia, prospek permintaan dipandang masih dibayangi kekhawatiran resesi.
"Dolar AS, kekhawatiran pertumbuhan global, dan sanksi UE yang akan berlaku pada 5 Desember, semuanya tetap menjadi pendorong penting harga minyak dalam jangka pendek," kata analis Commonwealth Bank, Vivek Dhar dalam sebuah catatan.
Baca Juga: Perbandingan Harga BBM Termurah di Dunia dengan Arab Saudi, Negara Ini Jual Bensin Cuma Rp300 per Liter
Namun demikian, kesepakatan ihwal pemotongan produksi dalam jumlah yang masif, dinilai ANZ akan mengirimkan pesan kuat bahwa kelompok tersebut bertekad untuk mendukung pasar. Di tengah ketatnya stok ditambah sanksi Uni Eropa terhadap minyak Rusia, prospek permintaan dipandang masih dibayangi kekhawatiran resesi.
"Dolar AS, kekhawatiran pertumbuhan global, dan sanksi UE yang akan berlaku pada 5 Desember, semuanya tetap menjadi pendorong penting harga minyak dalam jangka pendek," kata analis Commonwealth Bank, Vivek Dhar dalam sebuah catatan.
(nng)
Lihat Juga :