Kejatuhan Rubel Terhadap USD Memicu Munculnya Pasar Gelap Mata Uang

Sabtu, 08 Oktober 2022 - 20:24 WIB
Kemunculan pasar gelap mata uang memperlihatkan tingginya permintaan dolar dan euro. Nilai rubel merosot setelah Rusia melancarkan perangnya melawan Ukraina pada 24 Februari, mendorong mata uang di bawah 1 sen terhadap greenback.

Kremlin memberlakukan berbagai kontrol modal untuk menghentikan arus keluar mata uang yang tajam, seperti melarang Rusia mentransfer mata uang asing ke luar negeri dan mengharuskan eksportir menjual 80% dari pendapatan devisa mereka.

Meski saat ini telah mulai menuju titik normal, namun terdapat perbedaan ketara terhadap kurs di pasar resmi dan pasar gelap.

Sementara itu di awal perang, Barat telah menunjukkan persatuan dan tekad yang hampir belum pernah terjadi sebelumnya saat merespons invasi Presiden Rusia Vladimir Putin terhadap Ukraina.

Hanya dalam waktu tiga hari setelah invasi, pemerintah Barat langsung membekukan sebagian besar cadangan mata uang asing bank sentral Rusia dalam yurisdiksi masing-masing.

Langkah ini memicu kepanikan finansial di Rusia – dan memacu respons kebijakan yang kuat. Pada 28 Februari, bank sentral memberlakukan kontrol modal yang ketat, memperketat pembatasan perdagangan mata uang, dan menaikkan suku bunga kebijakan utamanya dari 9,5% menjadi 20%.

Pemerintah Rusia kemudian memerintahkan semua eksportir Rusia untuk memulangkan dan menukar 80% dari pendapatan ekspor mereka dengan rubel, dan bank sentral memperkenalkan komisi 30% (kemudian dikurangi menjadi 12%) untuk pembelian mata uang asing.

Berbagai kategori pembeli dilarang membeli dolar AS, dan pemegang simpanan bank berdenominasi mata uang asing menghadapi kendala besar dalam menarik tabungan mereka.

Terlepas dari respons kebijakan yang cepat ini, bagaimanapun nilai tukar resmi rubel bergerak dari 81 rubel per dolar sebelum perang menjadi 139 per dolar pada 9 Maret (meskipun nilai tukar pasar gelap dilaporkan jauh lebih tinggi).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!