Ini Cara Pengusaha Properti Menghadang Badai Resesi

Kamis, 13 Oktober 2022 - 12:40 WIB
Dia mengatakan harga properti akan naik sekitar 3% dari biasanya. Hal tersebut guna menyesuaikan kenaikan harga material bangunan, harga BBM yang menjadi pengangkut material tersebut dan lainnya. "Sehingga saat ini kita naiknya average masih di bawah 3%, kenaikan harga properti, kenaikan itu karena dipengaruhi oleh ekonomi makro, bukan hanya suku bunga, tetapi ada kenaikan harga BBM," sambungnya.

"Saat ini jual properti tidak seperti jual consumer goods, misalnya harga hari ini naik, properti tidak bisa, developer bisa tidak laku. Jadi kehati-hatian ini perlu kita kontrol bersama," kata Totok.

Baca pembahasan mengenai Bayang-Bayang Resesi selengkapnya di IDXChannel.com melalui link berikut https://www.idxchannel.com/tag/Resesi

Agung (30) seorang pegawai swasta yang tengah menjalani Kredit Perumahan Rakyat (KPR) di Bekasi, Jawa Barat, juga mengkhawatirkan kondisi perekonomian saat ini. Pasalnya, salah satu penyebab resesi adalah tingginya tingkat inflasi dan seacara otomatis dikendalikan dengan mengerek suku bunga.

Terlebih, kebijakan suku bunga Bank Indonesia dipengaruhi kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS). Agung pun khawatir ketika Bank Indonesia menaikkan suku bunga, tentu akan berpengaruh terhadap bunga cicilan KPR. "Sempat kepikiran biaya cicilan bakal naik. Nggak jadi saya beli mobil," kata dia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!