Sri Mulyani Beri Sinyal Tanda Bahaya: APBN Tidak Boleh Sakit

Rabu, 19 Oktober 2022 - 15:10 WIB
"Defisit APBN kala itu sampai melebar hingga 6,09% terhadap PDB di tahun 2020. Di 2021, defisit ini menyusut menjadi 4.65%, disusul pada target penyusutan jadi 4,5% di 2022. Tapi, dengan tren surplus neraca dagang yang masih berlanjut, kita optimis defisit APBN bisa 3,92% hingga akhir tahun," ungkap Sri.

Dengan latar belakang tersebut, maka defisit APBN 2023 ditargetkan hanya sebesar 2,84%. Ia pun mengingatkan kesehatan APBN 2023 diperlukan agar Indonesia bisa siap menghadapi berbagai tantangan gejolak global.

Baca Juga: Saat Dua Menkeu Hebat Bertemu, Ini Isi Diskusinya!

"APBN ini perlu dijaga dan dikelola secara kredibel pula untuk menjaga kepercayaan investor, pemegang surat utang negara (SUN), dan lembaga pemeringkat utang. Kita perlu berkaca pada pengalaman Inggris yang tidak kredibel dalam mengelola APBN-nya, sehingga menyebabkan ekonominya terguncang," pungkas Sri.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!