Suku Bunga BI Dikerek 50 Bps Jadi 4,75%, Ekonom Ramal Bakal Lanjut hingga 2023
Kamis, 20 Oktober 2022 - 21:20 WIB
Dari sisi domestik, kata dia, tetap mengharapkan inflasi tingkat agar tetap tinggi, sekitar 5 – 6% yoy, setidaknya sampai 1H 2023 sebagai harga bahan bakar penyesuaian tidak hanya memiliki dampak putaran pertama pada inflasi harga yang diatur tetapi juga dampak putaran kedua pada barang dan jasa lainnya.
"Karena tekanan datang dari keduanya sisi eksternal (nilai tukar rupiah yang terdepresiasi) dan sisi domestik (tingkat inflasi yang tinggi), kami percaya BI akan menggeser gigi lebih agresif dari kebijakan moneter longgar dengan menaikkan kebijakan tingkat untuk memastikan stabilitas," tuturnya.
"Secara keseluruhan, sebagai front-loaded, pre-emptive, dan forward-looking. Kami memperkirakan BI akan terus menaikkan BI-7DRRR menjadi 5,00% hingga akhir tahun 2022 (vs.3,50% pada tahun 2021) dan menjadi 5,25% pada tahun 2023," ucapnya.
"Karena tekanan datang dari keduanya sisi eksternal (nilai tukar rupiah yang terdepresiasi) dan sisi domestik (tingkat inflasi yang tinggi), kami percaya BI akan menggeser gigi lebih agresif dari kebijakan moneter longgar dengan menaikkan kebijakan tingkat untuk memastikan stabilitas," tuturnya.
"Secara keseluruhan, sebagai front-loaded, pre-emptive, dan forward-looking. Kami memperkirakan BI akan terus menaikkan BI-7DRRR menjadi 5,00% hingga akhir tahun 2022 (vs.3,50% pada tahun 2021) dan menjadi 5,25% pada tahun 2023," ucapnya.
(akr)
Lihat Juga :