Swasembada Gula Perlu Konsistensi Penerapan Regulasi
Rabu, 19 Oktober 2022 - 23:22 WIB
Menurut dia langkah teknis dan tahapan yang jelas diperlukan untuk mencapai swasembada gula. Ia mengingatkan, jangan sampai regulasi tersebut justru membuka lebih banyak peluang impor.
Lebih lanjut, permasalahan utama gula nasional adalah lahan yang terbatas saling berebut dengan tanaman pokok lain, seperti padi, jagung dan kedelai. Di sisi lain, Harga Eceran Tertinggi (HET) petani bertahun-tahun tidak naik
sejak 2016 lalu baru kembali naik sebesar Rp12.500 per kilogram (kg) sementara kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan.
Baca Juga: BPOM Bakal Telusuri Peredaran Gula Oplosan di Medan
Melihat kondisi, swasembada gula dapat tercapai perlu implementasi yang serius. Ia menilai perlu keterlibatan PT Rajawali Nusantara (RNI) untuk mengelola beberapa pabrik gula di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Takyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikun mengatakan di samping SugarCo juga perlu melibatkan para petani. "Petani perlu dilibatkan agar tidak menimbulkan masalah baru," tutup Sumitro.
Lebih lanjut, permasalahan utama gula nasional adalah lahan yang terbatas saling berebut dengan tanaman pokok lain, seperti padi, jagung dan kedelai. Di sisi lain, Harga Eceran Tertinggi (HET) petani bertahun-tahun tidak naik
sejak 2016 lalu baru kembali naik sebesar Rp12.500 per kilogram (kg) sementara kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan.
Baca Juga: BPOM Bakal Telusuri Peredaran Gula Oplosan di Medan
Melihat kondisi, swasembada gula dapat tercapai perlu implementasi yang serius. Ia menilai perlu keterlibatan PT Rajawali Nusantara (RNI) untuk mengelola beberapa pabrik gula di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Takyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikun mengatakan di samping SugarCo juga perlu melibatkan para petani. "Petani perlu dilibatkan agar tidak menimbulkan masalah baru," tutup Sumitro.
(nng)
Lihat Juga :