Sandang Predikat National Lighthouse, Pupuk Kaltim Siap Wujudkan Making Indonesia 4.0
Sabtu, 29 Oktober 2022 - 08:20 WIB
Pupuk Kaltim terus menerapkan industri 4.0 dalam proses bisnis perusahaan. Foto/Ist
JAKARTA - Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian ( Kemenperin ) mengunjungi PT Pupuk Kalimantan Timur ( Pupuk Kaltim ), Selasa lalu (25/10/2022). Kunjungan dilakukan untuk meninjau langsung perkembangan implementasi transformasi industri 4.0 dalam proses bisnis perusahaan.
Baca juga: KPK Bekali Pemahaman Antikorupsi Pejabat Tinggi Kementerian Perindustrian
Kepala BSKJI Kemenperin Doddy Rahadi mengungkapkan, kunjungan ini merupakan bentuk monitoring langsung implementasi industri 4.0 oleh Pupuk Kaltim, yang telah ditetapkan Kemenperin sebagai salah satu National Lighthouse di Indonesia. Pupuk Kaltim selaku benchmark industri 4.0 di bidang petrochemical, didorong untuk terus berperan menjadi contoh bagi industri sejenis, sehingga peningkatan daya saing perusahaan nasional makin tinggi dalam menjangkau potensi yang lebih besar di pasar global.
"Hal ini sebagai salah satu upaya mendukung industri Tanah Air dalam menjangkau pasar global dengan lebih luas, sehingga berbagai persoalan yang dihadapi industri bisa saling dukung untuk kemajuannya," ungkap Doddy dalam keterangan tertulis, Jumat (28/10/2022).
Baca juga: KPK Bekali Pemahaman Antikorupsi Pejabat Tinggi Kementerian Perindustrian
Kepala BSKJI Kemenperin Doddy Rahadi mengungkapkan, kunjungan ini merupakan bentuk monitoring langsung implementasi industri 4.0 oleh Pupuk Kaltim, yang telah ditetapkan Kemenperin sebagai salah satu National Lighthouse di Indonesia. Pupuk Kaltim selaku benchmark industri 4.0 di bidang petrochemical, didorong untuk terus berperan menjadi contoh bagi industri sejenis, sehingga peningkatan daya saing perusahaan nasional makin tinggi dalam menjangkau potensi yang lebih besar di pasar global.
"Hal ini sebagai salah satu upaya mendukung industri Tanah Air dalam menjangkau pasar global dengan lebih luas, sehingga berbagai persoalan yang dihadapi industri bisa saling dukung untuk kemajuannya," ungkap Doddy dalam keterangan tertulis, Jumat (28/10/2022).
Lihat Juga :