Awas, Harga Biji-bijian dan Daging di Asia-Pasifik Berpotensi Naik
Selasa, 01 November 2022 - 16:06 WIB
"Konsumen di Asia akan harus membayar harga yang lebih tinggi untuk makanan, termasuk daging, karena konflik berkepanjangan di samping kenaikan biaya energi dan inflasi," kata Donnellon-May seperti dilansir CNBC, Selasa (1/11/2022).
Hal ini menurutnya akan menjadi lebih buruk di kawasan Asia-Pasifik dimana banyak negara-negara telah terdampak oleh harga pupuk, bahan bakar, dan makanan yang lebih tinggi, yang semakin memperburuk gangguan terkait Covid pada rantai pasokan dan cuaca ekstrem yang disebabkan oleh perubahan iklim, yang berdampak pada produksi pertanian dan ketahanan pangan.
Baca Juga: Daftar Perusahaan Indonesia yang Ketergantungan Impor Gandum
"Konsumen di seluruh Asia-Pasifik akan harus membayar lebih banyak untuk bahan makanan pokok dan juga untuk daging," tuturnya.
Kepala Ekonom Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) Maximo Torero mengatakan, sebelum Rusia menghentikan partisipasinya, kesepakatan gandum Laut Hitam telah membuka ekspor 9 juta metrik ton biji-bijian senilai USD3 miliar.
"Secara praktis, berarti berkurangnya 1 juta metrik ton sereal di pasar dapat menyebabkan kenaikan harga sekitar 0,5%. Jadi, dampak jangka pendeknya tidak boleh terlalu besar," kata Torero. Dia menambahkan bahwa semakin lama situasinya, maka harga akan naik lebih tinggi lagi.
Hal ini menurutnya akan menjadi lebih buruk di kawasan Asia-Pasifik dimana banyak negara-negara telah terdampak oleh harga pupuk, bahan bakar, dan makanan yang lebih tinggi, yang semakin memperburuk gangguan terkait Covid pada rantai pasokan dan cuaca ekstrem yang disebabkan oleh perubahan iklim, yang berdampak pada produksi pertanian dan ketahanan pangan.
Baca Juga: Daftar Perusahaan Indonesia yang Ketergantungan Impor Gandum
"Konsumen di seluruh Asia-Pasifik akan harus membayar lebih banyak untuk bahan makanan pokok dan juga untuk daging," tuturnya.
Kepala Ekonom Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) Maximo Torero mengatakan, sebelum Rusia menghentikan partisipasinya, kesepakatan gandum Laut Hitam telah membuka ekspor 9 juta metrik ton biji-bijian senilai USD3 miliar.
"Secara praktis, berarti berkurangnya 1 juta metrik ton sereal di pasar dapat menyebabkan kenaikan harga sekitar 0,5%. Jadi, dampak jangka pendeknya tidak boleh terlalu besar," kata Torero. Dia menambahkan bahwa semakin lama situasinya, maka harga akan naik lebih tinggi lagi.
Lihat Juga :