Imbas Invasi ke Ukraina, Rusia Raup Untung Rp2.500 Triliun dalam 6 Bulan
Sabtu, 05 November 2022 - 10:22 WIB
"Dinamika transaksi berjalan ditentukan oleh pelebaran surplus neraca barang dan jasa sebagai akibat dari pertumbuhan yang signifikan dalam nilai ekspor barang dan penurunan nilai impor," tulis Bank Sentral Rusia dilansir dari website cbr.ru, Senin (22/8).
Sementara itu, dilansir dari Reuters, Rusia nampaknya bakal mendapat peningkatan pendapatan dari ekspor energi tahun ini hingga 38%. Jumlahnya mencapai USD337,5 miliar atau sekitar Rp4.995 triliun.
Baca Juga: India Pesta Minyak Rusia, Impor dari Timur Tengah Jatuh ke Level Terendah
Volume ekspor minyak yang lebih tinggi, ditambah dengan kenaikan harga gas dinilai mampu membuat peningkatan pendapatan dari ekspor energi Rusia. Data itu berdasarkan bocoran dokumen perkiraan kementerian ekonomi yang belum terkonfirmasi. Ekspor energi yang dimaksud adalah minyak dan gas alam.
Sementara itu, menurut hitung-hitungan Sandiaga Uno, Rusia bisa meraup USD6 miliar atau sekitar Rp88,8 triliun per harinya hanya dari menjual minyak di bawah harga pasar saja.
Sementara itu, dia menyebutkan biaya perang per harinya hanya USD 1 miliar atau sekitar Rp 14,8 triliun. Maka bila dihitung keuntungan bersihnya, Rusia bisa meraup USD5 miliar atau sekitar Rp74 triliun per hari di tengah perang yang berkecamuk.
Sementara itu, dilansir dari Reuters, Rusia nampaknya bakal mendapat peningkatan pendapatan dari ekspor energi tahun ini hingga 38%. Jumlahnya mencapai USD337,5 miliar atau sekitar Rp4.995 triliun.
Baca Juga: India Pesta Minyak Rusia, Impor dari Timur Tengah Jatuh ke Level Terendah
Volume ekspor minyak yang lebih tinggi, ditambah dengan kenaikan harga gas dinilai mampu membuat peningkatan pendapatan dari ekspor energi Rusia. Data itu berdasarkan bocoran dokumen perkiraan kementerian ekonomi yang belum terkonfirmasi. Ekspor energi yang dimaksud adalah minyak dan gas alam.
Sementara itu, menurut hitung-hitungan Sandiaga Uno, Rusia bisa meraup USD6 miliar atau sekitar Rp88,8 triliun per harinya hanya dari menjual minyak di bawah harga pasar saja.
Sementara itu, dia menyebutkan biaya perang per harinya hanya USD 1 miliar atau sekitar Rp 14,8 triliun. Maka bila dihitung keuntungan bersihnya, Rusia bisa meraup USD5 miliar atau sekitar Rp74 triliun per hari di tengah perang yang berkecamuk.
Lihat Juga :