Rights Issue Diyakini Marak Saat Krisis Ekonomi Global

Senin, 07 November 2022 - 09:10 WIB
Dana hasil rights issue emiten berkode saham ADHI itu ditargetkan mencapai Rp3,8 triliun dan seluruhnya akan digunakan untuk pengembangan bisnis sekaligus memperkuat struktur modal perseroan.

"Aksi right issue tersebut memang untuk mendapat sokongan dana PMN. Dana tersebut tentunya meningkatkan struktur permodalan perusahaan dengan tambahan modal yang berpotensi meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Apalagi ADHI ini juga mendapatkan proyek pekerjaan IKN yang bia meningkatkan raihan kontrak baru dan menopang profitabilitas perusahaan," jelas Desy.

ADHI juga baru saja merilis laporan keuangan kuartal III 2022 dan pendapatan perseroan meningkat 24% (yoy) menjadi Rp9,1 triliun dan laba bersih juga naik 24% (yoy) menjadi Rp21 miliar.

Menurut Desy, memang berlanjutnya pemulihan ekonomi pada tahun ini membuka peluang positif bagi emiten konstruksi mengingat pembangunan infrastruktur sejalan dengan rencana kerja pemerintah yang sempat terhenti saat pandemi.

"Di samping itu, pendapatan ADHI secara konsolidasi juga mengalami kenaikan karena masih ditopang oleh segmen konstruksi. Tak hanya itu, terpantau juga diversifikasi pendapatan dari segmen properti yang mengalami kenaikan meskipun tipis saja sebesar 13%. Segmen investasi dan konsesi pun mengalami kenaikan signifikan sebesar 234%," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!