Tolak Kenaikan Cukai, Konsumen Minta Dilibatkan dalam Perumusan Kebijakan
Kamis, 10 November 2022 - 18:25 WIB
Ary menjelaskan, dampak ini berasal dari pola konsumsi konsumen yang berubah karena kenaikan cukai. Ary menilai kenaikan cukai 10% masih terlalu tinggi karena angka ini berada di atas angka inflasi yang pada Oktober berada di angka 5,71% (yoy).
Baca juga : Seberapa Mendesak Simplifikasi Tarif Cukai Hasil Tembakau
Terkait kebijakan CHT 2023-2024, Pakta Konsumen menegaskan perlu adanya hak partisipatif antara pemerintah dengan konsumen selaku end user IHT. Ary mengatakan bahwa pemerintah perlu meminimalisir efek domino yang terjadi dalam ekosistem IHT agar keseimbangan kepentingan dapat terpenuhi.
"Mari kita cari rumusan bersama, nyamannya konsumen, negara, dan yang tidak merokok seperti apa. Meskipun nantinya kebijakan itu tidak bisa memuaskan semua pihak, tapi minimal harus ada yang dilakukan pemerintah sebagai upaya untuk menciptakan keseimbangan kepentingan dengan kondisi yang cukup. Rokok ini produk legal dan konsumen rokok juga warga negara yang punya hak untuk dapat perlindungan," tutupnya.
Baca juga : Seberapa Mendesak Simplifikasi Tarif Cukai Hasil Tembakau
Terkait kebijakan CHT 2023-2024, Pakta Konsumen menegaskan perlu adanya hak partisipatif antara pemerintah dengan konsumen selaku end user IHT. Ary mengatakan bahwa pemerintah perlu meminimalisir efek domino yang terjadi dalam ekosistem IHT agar keseimbangan kepentingan dapat terpenuhi.
"Mari kita cari rumusan bersama, nyamannya konsumen, negara, dan yang tidak merokok seperti apa. Meskipun nantinya kebijakan itu tidak bisa memuaskan semua pihak, tapi minimal harus ada yang dilakukan pemerintah sebagai upaya untuk menciptakan keseimbangan kepentingan dengan kondisi yang cukup. Rokok ini produk legal dan konsumen rokok juga warga negara yang punya hak untuk dapat perlindungan," tutupnya.
(bim)
Lihat Juga :