Kalahkan Indonesia, Ini yang Membuat Singapura Jadi Negara Eksportir Minyak

Kamis, 17 November 2022 - 10:20 WIB
"Satu peran yang tercecer untuk mendaptkan nilai tambah yang optimal adalah belum adanya kilang minyak (refinery). Maka dari tahun 1961 sampai 1973 Singapura membangun lima refinery sekaligus," jelas Arcandra.

Untuk memenuhi kebutuhan minyak mentah yang diolah oleh refinery, Singapura mendatangkannya dari negara negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Kuwait, UAE dan Qatar. Setelah diolah oleh refinery, BBM yang dihasilkan dijual ke negara-negara sekitar seperti Jepang, Hong Kong, China, Australia, dan Indonesia.

Pertanyaan menariknya, bagaimana Singapura bisa membangun lima refinery dalam kurun waktu 12 tahun? Banyak faktor yang saling mendukung pada waktu itu sehingga lima kilang dapat terbangun dengan cepat.

"Beberapa di antaranya berkaitan dengan kejelian Singapura dalam melihat peluang di kawasan Asia. Di sini terlihat campur tangan Pemerintah Singapura menjadi kunci utama dalam pembangunan sektor energi," kata Arcandra.

Pemerintah Singapura jeli melihat peluang dan mengeksekusi dengan baik lewat kebijakan yang tepat. Kesuksesan kebijakan di satu sektor tergantung juga dari dukungan dari sektor lain terutama keuangan dan perpajakan.

Menurut Arcandra, permintaan yang besar saja tak cukup menjadi alasan bagi Singapura mampu membangun lima kilang. Ada faktor penting lainnya yang turut menopang kemampuan itu.

"Kunci utamanya adalah adanya insentif pajak yang diberikan negara kepada investor yang membangun kilang ini," tegas Arcandra.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!