Harga Minyak Mentah Dunia Jatuh ke Level Terendah, Sentuh USD80 per Barel

Senin, 21 November 2022 - 12:06 WIB
China baru saja mengumumkan kematian akibat virus corona yang pertama kalinya dalam enam bulan terakhir. Kenaikan kasus Covid-19 mengundang langkah-langkah lockdown di beberapa kota terbesar di negara itu. Hal ini kemudian meningkatkan kekhawatiran atas melambatnya permintaan minyak mentah dari importir minyak terbesar dunia itu.

Sebuah laporan awal bulan ini mengatakan beberapa penyuling China meminta produsen Saudi, Aramco untuk mengurangi pasokan minyak pada bulan Desember ke negaranya. Negara beribukota Beijing itu juga telah meningkatkan kuota ekspor bahan bakar olahan mereka, yang berpotensi menghadirkan surplus stok minyak mentah karena berkurangnya permintaan.

Baca Juga: Harga Minyak Bergejolak Usai Serangan Udara Rusia Ganggu Pasokan ke Hungaria

Dari daratan Amerika Serikat, sinyal hawkish dari Federal Reserve alias The Fed mendorong kekhawatiran hadirnya potensi resesi. Sejumlah komentar dari pejabat The Fed sebelumnya menegaskan bahwa kenaikan suku bunga masih akan terus berlanjut sampai inflasi mendekati kisaran targetnya.

Sentimen ini mendongkrak dolar di pasar, yang membuat mahal bagi para pemegang mata uang lainnya, sehingga ditakutkan ada penurunan permintaan. Pasar saat ini tengah menanti risalah pertemuan November Fed pada akhir pekann ini yang akan menjelaskan lebih lanjut tentang jalur kebijakan moneter AS.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!