Analis Sebut Aksi Bakar Uang Bisa Bikin Unicorn Jadi Popcorn

Senin, 21 November 2022 - 17:30 WIB
Tahun 2022 dihebohkan dengan jatuhnya sejumlah startup bervaluasi miliaran dolar berkategori unicorn maupun decacorn. FOTO/dok.SINDOnews
JAKARTA - Tahun 2022 dihebohkan dengan jatuhnya sejumlah startup bervaluasi miliaran dolar berkategori unicorn maupun decacorn. Pendiri Theranos, Elizabeth Holmes misalnya baru-baru ini dijatuhi hukuman lebih dari 11 tahun penjara karena terbukti menipu investor melalui startup alat tes kesehatan yang ternyata palsu. Do Kwon, pendiri Terra Luna saat ini menjadi buronan Interpol dan Kejaksaan Amerika sedang menyelidiki Sam Bank-Fried sebagai pendiri FTX.

Analis hukum investasi Hendra Setiawan Boen menilai bahwa fenomena tersebut memperlihatkan ada startup bervaluasi miliaran dolar tapi hanya di atas kertas dan tidak mencerminkan nilai perusahaan startup yang sesungguhnya.



"Dari awal saya tidak setuju dengan sebutan Unicorn, Decacorn atau Hectocorn karena dapat menimbulkan asumsi di benak calon investor seolah-olah startup yang sudah menyandang gelar tersebut sudah pasti perusahaan besar yang sehat dari segi finansial. Padahal valuasi miliaran dolar dihitung dari berapa komitmen investasi dari investor yang tidak jarang berupa utang dan wajib dibayarkan kembali berikut bunga," ujar Hendra, di Jakarta, baru-baru ini.

Baca Juga: Bukan Bakar Duit, Ini Strategi Hary Tanoesoedibjo Bangun Mister Aladin

Lebih lanjut Hendra mengatakan, di Indonesia terdapat puluhan startup berkategori unicorn dan bahkan decacorn tapi sampai sekarang masih merugi. Menurut dia sebagian dari kerugian tersebut akibat inefisiensi para startup dalam mengelola keuangan dan dana investasi, misalnya seperti memberi gaji besar dan fasilitas mewah kepada para pekerja dengan tujuan branding atau jor-joran dalam membakar uang.

Hendra menunjuk contoh Gojek Tokopedia (GOTO) sebagai perusahaan startup terbesar di Indonesia yang baru-baru ini melakukan PHK terhadap 1.300 pekerja. Startup Indonesia melakukan PHK dan bahkan tutup permanen sudah ada puluhan, tapi GoTo istimewa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!