Analis Sebut Aksi Bakar Uang Bisa Bikin Unicorn Jadi Popcorn

Senin, 21 November 2022 - 17:30 WIB
"Sebelum IPO mereka sudah menyandang status decacorn. Pasca IPO mereka meraup triliunan rupiah baik dari pencatatan saham maupun investasi," kata dia.

Namun demikian, mereka masih merugi meskipun seharusnya memperoleh keuntungan besar dengan suasana pandemi beberapa tahun terakhir karena orang-orang tidak bisa ke luar rumah sehingga harus mengandalkan jasa mereka seperti mengantar barang dan makanan. "Buktinya mereka meraup pendapatan kotor Rp 16 triliun di kuartal III ini," tanya Hendra.

Baca Juga: 10 Perusahaan Lokal yang Baru Melakukan PHK, dari Startup hingga Telekomunikasi

Dugaan Hendra, PHK massal tersebut karena GoTo sedang melakukan efisiensi setelah bertahun-tahun melakukan praktek membakar uang secara berlebihan namun memakai kondisi ekonomi global sebagai dalih untuk sembunyikan alasan sebenarnya.

"Sepertinya kita harus menambah istilah baru untuk startup yang seolah bervaluasi miliaran tapi tidak sehat, yaitu popcorn. Popcorn itu dari luar putih, indah dan memancing indra penciuman tapi di dalam berminyak dan banyak garam sehingga tidak sehat melakukan konsumsi secara berlebihan," kata Hendra.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!