Literasi dan Inklusi Keuangan Warga Indonesia Capai 49,68%
Selasa, 22 November 2022 - 17:49 WIB
"Karena sebenarnya yang selalu kita utamakan atau pentingkan adalah supaya gap ini semakin kecil. Karena kalau kita lihat, indeks inklusinya tinggi dan bagus, tetapi kalau gap-nya jauh dari indeks literasinya, ini juga menjadi potensi menimbulkan masalah karena berarti banyak masyarakat yang menggunakan produk dan jasa keuangan tanpa memahami apa itu produk ataupun jasa keuangan yang digunakannya," tandas Friderica.
Baca Juga: Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat Meningkat
Sebagai informasi, SNLIK 2022 dilaksanakan mulai bulan Juli hingga September 2022 di 34 provinsi yang mencakup 76 kota/kabupaten dengan jumlah responden sebanyak 14.634 orang yang berusia antara 15-79 tahun. Sebagaimana tahun 2016 dan 2019 lalu, di mana OJK melaksanakan survei setiap 3 tahun sekali, SNLIK 2022 juga menggunakan metode parameter dan indikator yang sama, yaitu untuk Indeks Literasi Keuangan, terdiri dari parameter pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap, dan perilaku. "Sementara untuk indeks inklusi keuangan, parameter yang digunakan adalah penggunaan atau usage," kata dia.
Baca Juga: Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat Meningkat
Sebagai informasi, SNLIK 2022 dilaksanakan mulai bulan Juli hingga September 2022 di 34 provinsi yang mencakup 76 kota/kabupaten dengan jumlah responden sebanyak 14.634 orang yang berusia antara 15-79 tahun. Sebagaimana tahun 2016 dan 2019 lalu, di mana OJK melaksanakan survei setiap 3 tahun sekali, SNLIK 2022 juga menggunakan metode parameter dan indikator yang sama, yaitu untuk Indeks Literasi Keuangan, terdiri dari parameter pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap, dan perilaku. "Sementara untuk indeks inklusi keuangan, parameter yang digunakan adalah penggunaan atau usage," kata dia.
(nng)
Lihat Juga :