Membangun SDM Kompeten Selaras dengan Kebutuhan lewat Pekan Vokasi Industri 2022
Rabu, 23 November 2022 - 13:43 WIB
"Untuk memenuhi kebutuhan sektor industri sekitar 600 ribu tenaga kerja per tahunnya, penyiapan tenaga kerja mulai dari pendidikan di tingkat menengah dan tinggi harus sejalan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia kerja," tambahnya.
Salah satu langkah menyiapkan SDM industri yang kompeten dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta melalui kolaborasi dengan institusi dalam negeri maupun luar negeri seperti dari Swiss, Jerman, dan Australia.
Hal tersebut direalisasikan melalui Pekan Vokasi Industri 2022, di mana BPSDMI berkolaborasi dengan pihak-pihak yang mendukung pengembangan SDM industri di Indonesia, seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, KADIN Indonesia, Prospera (Australia Indonesia Partnership for Economic Development), Axioo Robotic, TVET System Reform (GIZ), SwissContact, S4C (Skills for Competitiveness), dan AmC (Asian Management Consulting).
Pada kesempatan yang sama, Menteri-Konselor (Ekonomi, Infrastruktur dan Investasi) Kedutaan Besar Australia Tim Stapleton mengatakan bahwa pihaknya sangat senang dapat berpartisipasi dalam diskusi 'Matching Skills with Future of Work’ yang menjadi salah satu rangkaian acara Pekan Vokasi Industri 2022.
“Kita dapat melihat bahwa Kemenperin peduli dalam menyiapkan lulusan dari sekolah Vokasi dan Politeknik. Kolaborasi dilakukan melalu analisis dengan mempelajari data siswa, Focus Group Discussion (FGD) dengan pihak industri, serta survey alumni. Hal ini membantu kita untuk mengetahui kondisi pekerjaan di lapangan dan tantangan yang dihadapi," jelas Tim.
Salah satu langkah menyiapkan SDM industri yang kompeten dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta melalui kolaborasi dengan institusi dalam negeri maupun luar negeri seperti dari Swiss, Jerman, dan Australia.
Hal tersebut direalisasikan melalui Pekan Vokasi Industri 2022, di mana BPSDMI berkolaborasi dengan pihak-pihak yang mendukung pengembangan SDM industri di Indonesia, seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, KADIN Indonesia, Prospera (Australia Indonesia Partnership for Economic Development), Axioo Robotic, TVET System Reform (GIZ), SwissContact, S4C (Skills for Competitiveness), dan AmC (Asian Management Consulting).
Pada kesempatan yang sama, Menteri-Konselor (Ekonomi, Infrastruktur dan Investasi) Kedutaan Besar Australia Tim Stapleton mengatakan bahwa pihaknya sangat senang dapat berpartisipasi dalam diskusi 'Matching Skills with Future of Work’ yang menjadi salah satu rangkaian acara Pekan Vokasi Industri 2022.
“Kita dapat melihat bahwa Kemenperin peduli dalam menyiapkan lulusan dari sekolah Vokasi dan Politeknik. Kolaborasi dilakukan melalu analisis dengan mempelajari data siswa, Focus Group Discussion (FGD) dengan pihak industri, serta survey alumni. Hal ini membantu kita untuk mengetahui kondisi pekerjaan di lapangan dan tantangan yang dihadapi," jelas Tim.
Lihat Juga :