Pakai Face Shield, Sri Mulyani Dengar Catatan DPR Soal Asumsi Makro
Kamis, 09 Juli 2020 - 11:58 WIB
(Baca Juga: Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi dalam RAPBN 2021)
Dia merinci, untuk Asumsi Makro dan Target Pembangunan 2021, sejumlah fraksi memberikan catatan diantaranya dari PDIP yang berpendapat agar ada perubahan pada sejumlah asumsi makro, yakni untuk suku bunga SBN 10 tahun dalam kisaran 6,67%-7,29%. Lalu, untuk target pembangunan, tingkat pengangguran berkisar 7,7%-8,5%, angka kemiskinan berkisar 8,9%-9,2%, Gini Rasio berkisar 0,371-0,377, Indeks pembangunan manusia berkisar 72,95-73,4.
"Fraksi PDIP berkomitmen terhadap APBN. Bahwa APBN bukan untuk APBN itu sendiri melainkan untuk kesejahteraan rakyat," jelasnya.
Lalu, Fraksi Golkar berpendapat Gini Rasio sebesar 0,375-0,377, sementara Fraksi Gerindra menerima asumsi pertumbuhan ekonomi dalam kisaran 4,5%-5,5% dengan KEM PPKF 2021, dengan syarat pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 harus positif.
Dia merinci, untuk Asumsi Makro dan Target Pembangunan 2021, sejumlah fraksi memberikan catatan diantaranya dari PDIP yang berpendapat agar ada perubahan pada sejumlah asumsi makro, yakni untuk suku bunga SBN 10 tahun dalam kisaran 6,67%-7,29%. Lalu, untuk target pembangunan, tingkat pengangguran berkisar 7,7%-8,5%, angka kemiskinan berkisar 8,9%-9,2%, Gini Rasio berkisar 0,371-0,377, Indeks pembangunan manusia berkisar 72,95-73,4.
"Fraksi PDIP berkomitmen terhadap APBN. Bahwa APBN bukan untuk APBN itu sendiri melainkan untuk kesejahteraan rakyat," jelasnya.
Lalu, Fraksi Golkar berpendapat Gini Rasio sebesar 0,375-0,377, sementara Fraksi Gerindra menerima asumsi pertumbuhan ekonomi dalam kisaran 4,5%-5,5% dengan KEM PPKF 2021, dengan syarat pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 harus positif.
(fai)
Lihat Juga :