Transisi Energi Harus Jadi Peluang untuk Mendorong Ekonomi
Selasa, 29 November 2022 - 15:42 WIB
Ketua Umum MKI Evy Haryadi di pembukaan peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-77 di Jakarta, Selasa (29/11/2022). Foto/Ist
JAKARTA - Transisi energi selain menjadi tantangan, juga membuka banyak peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. Untuk itu, kolaborasi antarpemangku kepentingan diperlukan agar transisi energi sukses menyediakan energi berkelanjutan yang bersih dan terjangkau, sekaligus mendorong geliat ekonomi.
Hal itu terungkap dari pembukaan peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-77 yang digelar Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) di Jakarta, hari ini. Mengusung tema "Post G20 Summit: Energy Transition Road Map to Achieve Net Zero Emission in 2060", Ketua Umum MKI Evy Haryadi mengatakan bahwa acara ini dirancang untuk mendiskusikan peluang dan tantangan serta memberikan solusi untuk persoalan yang timbul dalam transisi energi.
Baca Juga: Transisi Energi RI Butuh Dana Rp15.000 Triliun, Duit dari Mana?
"MKI mendukung pemerintah dan stakeholder ketenagalistrikan untuk menindaklanjuti hasil-hasil G20 Summit di bidang transisi energi ini," ujar saat membuka peringatan HLN ke-77 di Jakarta, Selasa (29/11/2022). MKI, tegas dia, akan mendorong penggunaan teknologi yang efisien dan bersih dalam mendukung pengurangan emisi karbon secara global dan mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan masa depan energi yang lebih bersih.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa MKI adalah sebuah kekuatan luar biasa untuk mencapai transisi energi. Darmawan menyinggung kebutuhan investasi sebesar Rp15.000 triliun untuk transisi energi dalam rangka menguatkan kapasitas kelistrikan nasional.
"Tidak mungkin itu ditanggung semua oleh PLN. Untuk itu, kita butuh kolaborasi, kita butuh investasi. PLN perlu dibantu oleh semua stakeholder, termasuk MKI yang merupakan soko guru ketenagalistrikan nasional. Jadi, mari kita berkolaborasi," tegasnya.
Hal itu terungkap dari pembukaan peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-77 yang digelar Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) di Jakarta, hari ini. Mengusung tema "Post G20 Summit: Energy Transition Road Map to Achieve Net Zero Emission in 2060", Ketua Umum MKI Evy Haryadi mengatakan bahwa acara ini dirancang untuk mendiskusikan peluang dan tantangan serta memberikan solusi untuk persoalan yang timbul dalam transisi energi.
Baca Juga: Transisi Energi RI Butuh Dana Rp15.000 Triliun, Duit dari Mana?
"MKI mendukung pemerintah dan stakeholder ketenagalistrikan untuk menindaklanjuti hasil-hasil G20 Summit di bidang transisi energi ini," ujar saat membuka peringatan HLN ke-77 di Jakarta, Selasa (29/11/2022). MKI, tegas dia, akan mendorong penggunaan teknologi yang efisien dan bersih dalam mendukung pengurangan emisi karbon secara global dan mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan masa depan energi yang lebih bersih.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa MKI adalah sebuah kekuatan luar biasa untuk mencapai transisi energi. Darmawan menyinggung kebutuhan investasi sebesar Rp15.000 triliun untuk transisi energi dalam rangka menguatkan kapasitas kelistrikan nasional.
"Tidak mungkin itu ditanggung semua oleh PLN. Untuk itu, kita butuh kolaborasi, kita butuh investasi. PLN perlu dibantu oleh semua stakeholder, termasuk MKI yang merupakan soko guru ketenagalistrikan nasional. Jadi, mari kita berkolaborasi," tegasnya.
Lihat Juga :