Sri Mulyani Sebut Ekspor Bayangi Tren Positif Pertumbuhan Tahun Depan

Jum'at, 02 Desember 2022 - 14:30 WIB
"Ini sesuai dengan janji kita bahwa ekspansi fiskal yang extraordinary karena pandemi akan berakhir di tahun ini, dan kita kembali kepada disiplin fiskal. Teman-teman mungkin nanya, 'Bu, kenapa sih perlu disiplin?'. Pada saat market sekarang sangat turbulent, exchange rate tinggi, interest rate tinggi, kalau Anda tidak punya anchor atau jangkar disiplin fiskal, ya yang terjadi adalah confidence akan runtuh," tambah Sri.

Hal ini bisa saja terjadi, dengan contoh nyata apa yang terjadi di Inggris. "Salah posisi fiskal, bahkan ekonomi sekuat Inggris juga gelempang. Jadi ini adalah salah satu jangkar untuk menjaga confidence dan stabilitas. Pada saat risiko meningkat, harga dari cost of fund meningkat, fiskal kita harus dijaga tetap sehat namun tetap suportif. 2,84% itu lebih dari Rp530 triliun defisit. Itu cukup untuk memberikan stimulasi. Total spending kita di atas Rp3.000 triliun, atau sebesar Rp3.018 triliun, itu lebih tinggi dari tahun ini dan selama periode Covid-19," tegas Sri.

Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap Tantangan Sulit Ekonomi Indonesia Tahun Depan

Dia menekankan bahwa sisi fiskal akan tetap suportif, tetapi tetap prudent karena menjadi jangkar dari stabilitas. "Inilah yang kemudian akan menjaga momentum pemulihan ekonomi tahun 2023," pungkas Sri.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!