Contohkan Inggris dan Sri Lanka, Ini yang Sangat Dikhawatirkan Sri Mulyani
Jum'at, 02 Desember 2022 - 21:14 WIB
Dia mencontohkan negara-negara yang APBN-nya sakit. Misalnya Sri Lanka, yang negaranya dinyatakan bangkrut karena kesalahan pengelolaan ekonomi. Kemudian kasus yang paling terbaru adalah Inggris, yang melakukan kesalahan dalam posisi fiskalnya.
"Waktu APBN-nya dianggap tidak sehat, maka seluruh perekonomian akan terganggu. Ini yang kita sebutkan pada saat mengandalkan APBN untuk bekerja sebagai fiscal policy, dia harus menjaga kesehatannya," ungkap Sri.
Dia menjelaskan, seperti misalnya pada waktu pandemi, andaikata jalan-jalan tol dan infrastruktur pendukung lainnya belum diselesaikan, maka masyarakat mungkin tidak bisa terbang, naik kereta api, atau bahkan naik mobil. Dengan adanya tol, sebenarnya pemulihan ekonomi sangat terbantu, karena di saat masyarakat tidak bisa menggunakan atau mengakses transportasi umum karena pandemi, mereka tetap bisa pergi dengan kendaraan pribadi.
Baca juga: Olla Ramlan Tak Pernah Campuri Urusan Asmara Anaknya dengan Putri Nikita Mirzani
"Pada saat itu kita memberikan insentif agar penjualan mobil yang jatuh juga bisa dipulihkan kembali. Itu yang kita sebut APBN fleksibel, karena situasi bergerak dan berubah cepat dan tantangan masyarakat juga berubah sangat cepat," tandasnya.
"Waktu APBN-nya dianggap tidak sehat, maka seluruh perekonomian akan terganggu. Ini yang kita sebutkan pada saat mengandalkan APBN untuk bekerja sebagai fiscal policy, dia harus menjaga kesehatannya," ungkap Sri.
Dia menjelaskan, seperti misalnya pada waktu pandemi, andaikata jalan-jalan tol dan infrastruktur pendukung lainnya belum diselesaikan, maka masyarakat mungkin tidak bisa terbang, naik kereta api, atau bahkan naik mobil. Dengan adanya tol, sebenarnya pemulihan ekonomi sangat terbantu, karena di saat masyarakat tidak bisa menggunakan atau mengakses transportasi umum karena pandemi, mereka tetap bisa pergi dengan kendaraan pribadi.
Baca juga: Olla Ramlan Tak Pernah Campuri Urusan Asmara Anaknya dengan Putri Nikita Mirzani
"Pada saat itu kita memberikan insentif agar penjualan mobil yang jatuh juga bisa dipulihkan kembali. Itu yang kita sebut APBN fleksibel, karena situasi bergerak dan berubah cepat dan tantangan masyarakat juga berubah sangat cepat," tandasnya.
(uka)
Lihat Juga :