OJK: IHSG Menguat 7,59% Net Buy Rp81,49 Triliun
Selasa, 06 Desember 2022 - 14:40 WIB
OJK menyampaikan perkembangan pasar modal khususnya pasar saham. FOTO/dok.SINDOnews
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa perkembangan pasar modal khususnya pasar saham hingga akhir November 2022 melemah sebesar 0,25% secara month to date (mtd) ke level 7.081.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi mengatakan, pelemahan tersebut dengan nonresiden mencatatkan inflow sebesar Rp0,74 triliun mtd. "Secara year to date (ytd), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat sebesar 7,59% dengan nonresiden membukukan net buy sebesar Rp81,49 triliun," ujar Inarno dalam Konferensi Pers RDKB November 2022, Selasa (6/12/2022).
Baca Juga: Saham Amazon dan Apple Anjlok, Wall Street Ditutup Melemah
Di pasar obligasi, Indeks pasar obligasi (ICDI) menguat 3,24% mtd dan 2,75% ytd ke level 341,96. Untuk pasar obligasi korporasi, aliran dana keluar investor nonresiden tercatat sebesar Rp40 miliar mtd atau Rp530 miliar ytd. Di pasar SBN, nonresiden mencatatkan inflow Rp23,7 triliun mtd, sehingga menurunkan yield SBN rata-rata sebesar 43,32 basis poin di seluruh tenor.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi mengatakan, pelemahan tersebut dengan nonresiden mencatatkan inflow sebesar Rp0,74 triliun mtd. "Secara year to date (ytd), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat sebesar 7,59% dengan nonresiden membukukan net buy sebesar Rp81,49 triliun," ujar Inarno dalam Konferensi Pers RDKB November 2022, Selasa (6/12/2022).
Baca Juga: Saham Amazon dan Apple Anjlok, Wall Street Ditutup Melemah
Di pasar obligasi, Indeks pasar obligasi (ICDI) menguat 3,24% mtd dan 2,75% ytd ke level 341,96. Untuk pasar obligasi korporasi, aliran dana keluar investor nonresiden tercatat sebesar Rp40 miliar mtd atau Rp530 miliar ytd. Di pasar SBN, nonresiden mencatatkan inflow Rp23,7 triliun mtd, sehingga menurunkan yield SBN rata-rata sebesar 43,32 basis poin di seluruh tenor.
Lihat Juga :