Rusia Tak Lagi Pasok Gas, Musim Dingin Menguji Kesungguhan Eropa Pangkas Konsumsi
Sabtu, 10 Desember 2022 - 22:19 WIB
Suhu hangat yang luar biasa pada akhir Oktober dan awal November 2022 tidak hanya membuat orang berjemur di bawah sinar matahari di kafe dan luar ruangan seperti musim panas. Kondisi ini juga menjadi bantuan kepada negara-negara Eropa ketika mereka mencoba membangun stok gas mereka.
Namun sejak pertengahan November, konsumsi telah melonjak karena musim dingin mulai datang, memicu permintaan untuk pemanas. Penggunaan gas turun 18% pada minggu terakhir November dari rata-rata jangka panjang dan data awal dari operator jaringan menunjukkan konsumsi telah meningkat sejauh ini pada bulan Desember.
Baca Juga: Krisis Energi Eropa Akan Berlangsung Bertahun-tahun, Industri Beri Sinyal Peringatan
Selain permintaan untuk pemanas, penggunaan gas untuk pembangkit listrik tetap tinggi karena pemeliharaan memaksa rekor jumlah reaktor nuklir Prancis untuk tetap offline dan tingkat angin yang rendah menghantam daya alternatif.
Negara-negara Eropa juga telah melakukan upaya untuk mengurangi konsumsi listrik mereka, yang turun pada November 2022 sebesar 9% dari rata-rata 2015-2021. Hal ini menurut perhitungan Reuters dengan data dari operator jaringan.
Cuaca musim gugur yang luar biasa bersahabat berarti bahwa negara-negara tidak perlu mulai menggunakan cadangan gas untuk menjadi lebih lambat dari biasanya. Kondisi tersebut menjadi modal kuat menghadapi musim dingin jika terbukti lebih dingin dari biasanya.
Misalnya Jerman sebagai ekonomi terbesar Eropa, pembangkit tenaga listrik industri di kawasan itu, baru mulai memanfaatkan cadangannya pada 17 November. Arus keluar cenderung kecil sejak saat itu, menurut data dari Gas Infrastructure Europe, sebuah badan industri untuk operator jaringan.
Namun sejak pertengahan November, konsumsi telah melonjak karena musim dingin mulai datang, memicu permintaan untuk pemanas. Penggunaan gas turun 18% pada minggu terakhir November dari rata-rata jangka panjang dan data awal dari operator jaringan menunjukkan konsumsi telah meningkat sejauh ini pada bulan Desember.
Baca Juga: Krisis Energi Eropa Akan Berlangsung Bertahun-tahun, Industri Beri Sinyal Peringatan
Selain permintaan untuk pemanas, penggunaan gas untuk pembangkit listrik tetap tinggi karena pemeliharaan memaksa rekor jumlah reaktor nuklir Prancis untuk tetap offline dan tingkat angin yang rendah menghantam daya alternatif.
Negara-negara Eropa juga telah melakukan upaya untuk mengurangi konsumsi listrik mereka, yang turun pada November 2022 sebesar 9% dari rata-rata 2015-2021. Hal ini menurut perhitungan Reuters dengan data dari operator jaringan.
Cuaca musim gugur yang luar biasa bersahabat berarti bahwa negara-negara tidak perlu mulai menggunakan cadangan gas untuk menjadi lebih lambat dari biasanya. Kondisi tersebut menjadi modal kuat menghadapi musim dingin jika terbukti lebih dingin dari biasanya.
Misalnya Jerman sebagai ekonomi terbesar Eropa, pembangkit tenaga listrik industri di kawasan itu, baru mulai memanfaatkan cadangannya pada 17 November. Arus keluar cenderung kecil sejak saat itu, menurut data dari Gas Infrastructure Europe, sebuah badan industri untuk operator jaringan.
Lihat Juga :