Industri Keuangan Digital Terus Tumbuh, Aftech Beberkan Tantangannya
Sabtu, 17 Desember 2022 - 08:08 WIB
Sedangkan untuk investor kripto merujuk data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), jumlahnya menyentuh 16,3 juta per September 2022.
Meski menunjukkan pertumbuhan cukup pesat, semuanya tak lepas dari tantangan. Sekjen Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Budi Gandasoebrata dalam penutupan rangkaian acara Indonesia Fintech Summit (IFS) ke-4 dan Bulan Fintech Nasional (BFN) 2022 menyatakan, industri keuangan digital di Indonesia, mulai dari sistem pembayaran, uang elektronik, dompet digital hingga industri kripto, seluruhnya memiliki tantangan yang sama.
“Apalagi industri baru seperti kripto yang pertumbuhannya cukup pesat namun pengertiannya masih minim,” ujarnya melalui siaran pers, dikutip Sabtu (17/12/2022).
Baca juga: Indonesia Fintech Summit Dorong Inklusi Keuangan
Menurut dia, tantangan terbesarnya adalah untuk membuka wawasan dan edukasi yang lebih banyak agar masyarakat semakin mengetahui industri kripto atau keuangan digital lainnya seperti apa, manfaat ke depannya, dan bagaimana bisa berkontribusi lebih baik ke ekonomi Indonesia.
“Tantangannya lainnya adalah membuka awareness masyarakat terhadap industri kripto dan bekerja sama dengan regulator untuk menciptakan situasi yang kondusif agar industri kripto tumbuh dan tidak dihalangi oleh regulasi yang terlalu ketat,” tukasnya.
Hal itu diamini oleh perusahaan platform investasi dan jual beli aset kripto PT Pintu Kemana Saja (Pintu) yang juga anggota tetap Aftech.
General Counsel Pintu Malikulkusno Wijoyo Adhi Utomo (Dimas) menilai, Indonesia merupakan negara dengan regulasi yang sangat dinamis dan mendukung pertumbuhan industri, seperti halnya kripto.
Meski menunjukkan pertumbuhan cukup pesat, semuanya tak lepas dari tantangan. Sekjen Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Budi Gandasoebrata dalam penutupan rangkaian acara Indonesia Fintech Summit (IFS) ke-4 dan Bulan Fintech Nasional (BFN) 2022 menyatakan, industri keuangan digital di Indonesia, mulai dari sistem pembayaran, uang elektronik, dompet digital hingga industri kripto, seluruhnya memiliki tantangan yang sama.
“Apalagi industri baru seperti kripto yang pertumbuhannya cukup pesat namun pengertiannya masih minim,” ujarnya melalui siaran pers, dikutip Sabtu (17/12/2022).
Baca juga: Indonesia Fintech Summit Dorong Inklusi Keuangan
Menurut dia, tantangan terbesarnya adalah untuk membuka wawasan dan edukasi yang lebih banyak agar masyarakat semakin mengetahui industri kripto atau keuangan digital lainnya seperti apa, manfaat ke depannya, dan bagaimana bisa berkontribusi lebih baik ke ekonomi Indonesia.
“Tantangannya lainnya adalah membuka awareness masyarakat terhadap industri kripto dan bekerja sama dengan regulator untuk menciptakan situasi yang kondusif agar industri kripto tumbuh dan tidak dihalangi oleh regulasi yang terlalu ketat,” tukasnya.
Hal itu diamini oleh perusahaan platform investasi dan jual beli aset kripto PT Pintu Kemana Saja (Pintu) yang juga anggota tetap Aftech.
General Counsel Pintu Malikulkusno Wijoyo Adhi Utomo (Dimas) menilai, Indonesia merupakan negara dengan regulasi yang sangat dinamis dan mendukung pertumbuhan industri, seperti halnya kripto.
Lihat Juga :