Ganjar Beberkan Tiga Program Unggulan Bangkitkan UMKM di Jateng
Minggu, 18 Desember 2022 - 14:30 WIB
Ganjar hingga kini telah menginisiasi keberadaan tiga Hetero Space di Jateng, yakni di Kota Semarang, Kota Surakarta, dan Banyumas. Para pelaku UMKM di wilayah tersebut diberikan pelatihan.
Sementara, Lapak Ganjar merupakan salah satu solusi persoalan pemasaran produk UMKM. Dengan cara mempromosikannya di media sosial, Ganjar mendorong agar produk UMKM laris terjual.
"Terus kalau Lapak Ganjar itu sebenarnya ekstrakulikuler saja, memanfaatkan medsos agar mereka bisa berjualan dan dikenal lebih banyak karena banyak 'Pak produk saya sebenarnya bagus tapi kok tidak laku-laku.' Ya enggak ada yang kenal, gimana," jelas Ganjar.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM per Oktober 2022, sebanyak 2.882 UMKM di 112 kabupaten/kota telah dipasarkan Ganjar. Cara lain, Pemprov Jateng meningkatkan geliat UMKM adalah komitmen untuk membeli produk dari produsen lokal. "Dengan cara apa? Umpama 40 persen dari APBN/APBD mesti dibelanjakan untuk produk UKM, itu bagus," kata Ganjar.
Ganjar telah menganggarkan Rp3,8 triliun dari APBD Jateng untuk belanja produk UMKM lokal. Ganjar mengatakan hal itu menunjukkan komitmen Pemprov Jateng menggunakan produk dalam negeri berkisar 92,12 persen dari APBD Jateng per 30 September 2022.
Sementara, Lapak Ganjar merupakan salah satu solusi persoalan pemasaran produk UMKM. Dengan cara mempromosikannya di media sosial, Ganjar mendorong agar produk UMKM laris terjual.
"Terus kalau Lapak Ganjar itu sebenarnya ekstrakulikuler saja, memanfaatkan medsos agar mereka bisa berjualan dan dikenal lebih banyak karena banyak 'Pak produk saya sebenarnya bagus tapi kok tidak laku-laku.' Ya enggak ada yang kenal, gimana," jelas Ganjar.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM per Oktober 2022, sebanyak 2.882 UMKM di 112 kabupaten/kota telah dipasarkan Ganjar. Cara lain, Pemprov Jateng meningkatkan geliat UMKM adalah komitmen untuk membeli produk dari produsen lokal. "Dengan cara apa? Umpama 40 persen dari APBN/APBD mesti dibelanjakan untuk produk UKM, itu bagus," kata Ganjar.
Ganjar telah menganggarkan Rp3,8 triliun dari APBD Jateng untuk belanja produk UMKM lokal. Ganjar mengatakan hal itu menunjukkan komitmen Pemprov Jateng menggunakan produk dalam negeri berkisar 92,12 persen dari APBD Jateng per 30 September 2022.
Lihat Juga :