Tahun Depan Ekspor Minyak Sawit Diprediksi Jatuh hingga 5%

Selasa, 20 Desember 2022 - 20:46 WIB
Tauhid juga mengatakan bahwa harga sawit tahun depan diproyeksi akan cenderung turun sedikit berada di angka sekitar USD900 sampai USD1.000 per metrik ton. Sedangkan, untuk volume permintaan dunia, diprediksi akan terjadi penurunan sedikit terutama untuk pasar Uni Eropa yang disebabkan karena adanya permasalahan WTO serta masalah global lainnya.

Sentimen ekspor CPO juga ditekan oleh keputusan pemerintah untuk melanjutkan kebijakan pungutan ekspor (PE) untuk komoditas CPO dan produk turunannya per 1 November 2022. CPO akan dikenakan pungutan jika harganya di atas batas yang ditetapkan pemerintah.

“Saya kira ini kan tergantung harga ekspor. Kalau misalnya (kalau saya tidak salah) di atas USD800 per metrik ton (kena pungutan). Tapi kalau misalnya di bawah USD800 per metrik ton tidak kena. Jadi otomatis kalau di atas USD800 saya kira bisa dikenakan,” tuturnya.

Baca juga: Harta Kekayaan 5 Hakim MA yang Jadi Tersangka KPK

Ia menilai, harga CPO yang masih rendah akan berdampak negatif para petani sawit. Terutama petani lahan kecil ataupun swadaya yang bukan petani memiliki keterikatan dengan perusahaan.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!