Telkom Bangun Data Center di Batam Senilai Rp3,08 Triliun
Jum'at, 23 Desember 2022 - 17:26 WIB
Kehadiran HDC Batam ini menjadi langkah pasti TelkomGroup untuk memperkuat posisi sebagai pemain utama bisnis data center di regional. HDC Batam tak hanya akan melayani berbagai kebutuhan bisnis di Indonesia, namun juga dapat menangkap potensi limpahan permintaan (spillover) dari negara lain.
Hal ini sejalan dengan semangat dan arahan Menteri BUMN agar Telkom fokus dalam mengembangkan bisnis infrastruktur, data center, big data dan seterusnya. “Demi mendorong pembangunan ekonomi digital dan kedaulatan data di Indonesia,” kata Ririek.
Inisiatif TelkomGroup membangun HDC Batam diapresiasi Wakil Menteri (Wamen) BUMN II Kartika Wirjoatmodjo. Menurutnya, pembangunan hyperscale data center di Batam oleh Telkom Data Ekosistem ini merupakan langkah strategis yang diyakini dapat melayani pasar domestik dan regional, khususnya pasar di Singapura.
Menurut dia, proyek ini juga sejalan dengan upaya untuk mengakselerasi transformasi digital dan mengubah seluruh perusahaan BUMN menjadi perusahaan yang lebih digital native. “Untuk nilai investasi pada tahun pertama di HDC Batam, presentasenya adalah Telkom memiliki 60%, Singtel 35% dan Medco Power 5%,” kata Kartika.
HDC Batam akan dibangun di atas lahan seluas 8 hektare (ha) dengan total 3 Campus berstandar world class data center dengan total kapasitas IT load 51MW, menggunakan energi yang terbarukan (renewable energy), ramah lingkungan dan mengadopsi sistem multi-tier. Pada fase awal pembangunan akan dimulai dengan IT load sekitar 20 MW dan akan meningkat sesuai dengan kebutuhan.
HDC Batam akan menyediakan layanan yang dinamis dengan sistem modular yang dilengkapi dengan Building Management System. Sehingga memungkinkan pelanggan untuk memilih berbagai layanan dengan variasi tier yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Hal ini sejalan dengan semangat dan arahan Menteri BUMN agar Telkom fokus dalam mengembangkan bisnis infrastruktur, data center, big data dan seterusnya. “Demi mendorong pembangunan ekonomi digital dan kedaulatan data di Indonesia,” kata Ririek.
Inisiatif TelkomGroup membangun HDC Batam diapresiasi Wakil Menteri (Wamen) BUMN II Kartika Wirjoatmodjo. Menurutnya, pembangunan hyperscale data center di Batam oleh Telkom Data Ekosistem ini merupakan langkah strategis yang diyakini dapat melayani pasar domestik dan regional, khususnya pasar di Singapura.
Menurut dia, proyek ini juga sejalan dengan upaya untuk mengakselerasi transformasi digital dan mengubah seluruh perusahaan BUMN menjadi perusahaan yang lebih digital native. “Untuk nilai investasi pada tahun pertama di HDC Batam, presentasenya adalah Telkom memiliki 60%, Singtel 35% dan Medco Power 5%,” kata Kartika.
HDC Batam akan dibangun di atas lahan seluas 8 hektare (ha) dengan total 3 Campus berstandar world class data center dengan total kapasitas IT load 51MW, menggunakan energi yang terbarukan (renewable energy), ramah lingkungan dan mengadopsi sistem multi-tier. Pada fase awal pembangunan akan dimulai dengan IT load sekitar 20 MW dan akan meningkat sesuai dengan kebutuhan.
HDC Batam akan menyediakan layanan yang dinamis dengan sistem modular yang dilengkapi dengan Building Management System. Sehingga memungkinkan pelanggan untuk memilih berbagai layanan dengan variasi tier yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Lihat Juga :