Lanjutkan Titah Jokowi, Peta Jalan Hilirisasi Bauksit Mulai Disusun
Rabu, 28 Desember 2022 - 10:39 WIB
Taufiek menjelaskan bahwa kebutuhan nasional saat ini cukup tinggi hampir mencapai 1 juta. Menurutnya, kebutuhan terbesar Bauksit adalah pada sektor transportasi. Dalam produksi satu unit mobil, dibutuhkan sekitar 16 kg unsur bauksit.
"Kemudian sektor bahan bangunan itu juga butuh aluminium, sektor elektronik juga butuh aluminium, sektor produk kemasan juga butuh aluminium seperti aluminium foil," terangnya.
Baca Juga: Menteri ESDM Ungkap Alasan Jokowi Larang Ekspor Bauksit
Sebenarnya untuk produksi aluminium dalam negeri, Taufiek menyebut bahwa Indonesia punya Inalum yang mampu melakukan produksi sebanyak 250 ribu ton. Namun menurut Taufiek jumlah tersebut masih sangat kurang.
"Yang kurang ini kalau kita tidak paksakan bangun di dalam negeri, kita akhirnya akan impor, dan tidak ada nilai tambah. Akhirnya bauksit saja yang diekspor," pungkasnya.
"Kemudian sektor bahan bangunan itu juga butuh aluminium, sektor elektronik juga butuh aluminium, sektor produk kemasan juga butuh aluminium seperti aluminium foil," terangnya.
Baca Juga: Menteri ESDM Ungkap Alasan Jokowi Larang Ekspor Bauksit
Sebenarnya untuk produksi aluminium dalam negeri, Taufiek menyebut bahwa Indonesia punya Inalum yang mampu melakukan produksi sebanyak 250 ribu ton. Namun menurut Taufiek jumlah tersebut masih sangat kurang.
"Yang kurang ini kalau kita tidak paksakan bangun di dalam negeri, kita akhirnya akan impor, dan tidak ada nilai tambah. Akhirnya bauksit saja yang diekspor," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :