Ujian Taktik Perang Minyak Barat Versus Rusia di 2023
Selasa, 03 Januari 2023 - 13:46 WIB
Anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya memproduksi hampir sebanyak sebelum pemotongan target kolektif yang diumumkan pada bulan Oktober, karena sebagian besar sudah memompa di bawah kuota.
Boikot Barat terhadap Ural Rusia, yang menyumbang 10 hingga 15% dari pasokan minyak mentah dunia , mungkin membuat harganya sedikit turun, karena nilainya melemahkan.
Baca Juga: Rusia Jual Minyak Mentah di Bawah USD 60 per Barel ke India, Pertanda Apa?
Pengecualian terhadap larangan Eropa atas asuransi untuk kapal tanker yang membawa minyak Rusia, yang berlaku untuk pembeli yang setuju membayar maksimum USD 60 per barel, mungkin membantu mencegah guncangan pasokan. Jika kondisi ekonomi atau pasar berubah, harga bisa melonjak.
Selain itu sektor keuangan tampaknya memiliki andil yang lebih besar dari biasanya dalam menekan harga baru-baru ini. Menandakan koreksi ke atas secara tiba-tiba ketika fundamental penawaran dan permintaan dimulai kembali.
Pada kuartal kedua 2023 diperkirakan bakal terjadi kekurangan minyak. Pengguna industri di Eropa beralih dari gas alam ke gasoil yang lebih murah. Konsumsi di India dan Timur Tengah terbukti lebih tangguh dari yang diharapkan. Pembukaan kembali China mungkin akan memicu rebound ekonomi setelah kasus memuncak.
Boikot Barat terhadap Ural Rusia, yang menyumbang 10 hingga 15% dari pasokan minyak mentah dunia , mungkin membuat harganya sedikit turun, karena nilainya melemahkan.
Baca Juga: Rusia Jual Minyak Mentah di Bawah USD 60 per Barel ke India, Pertanda Apa?
Pengecualian terhadap larangan Eropa atas asuransi untuk kapal tanker yang membawa minyak Rusia, yang berlaku untuk pembeli yang setuju membayar maksimum USD 60 per barel, mungkin membantu mencegah guncangan pasokan. Jika kondisi ekonomi atau pasar berubah, harga bisa melonjak.
Selain itu sektor keuangan tampaknya memiliki andil yang lebih besar dari biasanya dalam menekan harga baru-baru ini. Menandakan koreksi ke atas secara tiba-tiba ketika fundamental penawaran dan permintaan dimulai kembali.
Pada kuartal kedua 2023 diperkirakan bakal terjadi kekurangan minyak. Pengguna industri di Eropa beralih dari gas alam ke gasoil yang lebih murah. Konsumsi di India dan Timur Tengah terbukti lebih tangguh dari yang diharapkan. Pembukaan kembali China mungkin akan memicu rebound ekonomi setelah kasus memuncak.
Lihat Juga :