Memasuki Tahun Krisis, Warga Pakistan Akan Dilarang Pakai Kipas Angin
Rabu, 04 Januari 2023 - 17:12 WIB
Cadangan devisa hanya cukup untuk menutupi sekitar satu bulan dari semua impor negara, yang sebagian besar adalah energi. Asif mengatakan bahwa pusat perbelanjaan dan pasar harus tutup lebih awal dan departemen pemerintah telah diperintahkan untuk mengurangi konsumsi listrik mereka sebesar 30%.
Sementara itu, penggunaan hingga produksi kipas angin dan AC yang tidak efisien akan dilarang mulai awal Juli 2023. "Kabinet federal segera menyetujui penegakan Rencana Konservasi Energi," kata partai Liga Muslim Pakistan-N (PML-N) yang berkuasa melalui cuitan di Twitter.
Negara berpenduduk 220 juta orang ini telah berjuang selama bertahun-tahun untuk menstabilkan perekonomian. Pada 2019, Pakistan mendapatkan dana talangan USD6 miliar dari Dana Moneter Internasional (IMF), sementara pada Agustus tahun lalu menerima tambahan USD1,1 miliar.
Baca Juga: Bom Bunuh Diri Tewaskan Polisi, Ibu Kota Pakistan Siaga Tinggi
Pemerintah juga sedang bernegosiasi dengan IMF mengenai penundaan pencairan dana bailout lainnya sebesar USD1,1 miliar. Keuangan Pakistan juga terkena dampak tahun lalu oleh banjir dahsyat yang melanda negara itu. Pada bulan Oktober, Bank Dunia memperkirakan bahwa banjir telah menyebabkan kerusakan sebesar USD40 miliar di negara tersebut.
Sementara itu, penggunaan hingga produksi kipas angin dan AC yang tidak efisien akan dilarang mulai awal Juli 2023. "Kabinet federal segera menyetujui penegakan Rencana Konservasi Energi," kata partai Liga Muslim Pakistan-N (PML-N) yang berkuasa melalui cuitan di Twitter.
Negara berpenduduk 220 juta orang ini telah berjuang selama bertahun-tahun untuk menstabilkan perekonomian. Pada 2019, Pakistan mendapatkan dana talangan USD6 miliar dari Dana Moneter Internasional (IMF), sementara pada Agustus tahun lalu menerima tambahan USD1,1 miliar.
Baca Juga: Bom Bunuh Diri Tewaskan Polisi, Ibu Kota Pakistan Siaga Tinggi
Pemerintah juga sedang bernegosiasi dengan IMF mengenai penundaan pencairan dana bailout lainnya sebesar USD1,1 miliar. Keuangan Pakistan juga terkena dampak tahun lalu oleh banjir dahsyat yang melanda negara itu. Pada bulan Oktober, Bank Dunia memperkirakan bahwa banjir telah menyebabkan kerusakan sebesar USD40 miliar di negara tersebut.
(nng)
Lihat Juga :