6 Aplikasi Exchange Crypto Terbaik di Indonesia
Senin, 09 Januari 2023 - 11:45 WIB
Saat ini, Indodax melayani perdagangan lebih dari 75 pasangan cryptocurrency dan memiliki lebih dari 2 juta pengguna di seluruh Indonesia. Kamu tidak perlu khawatir dengan keabsahan aplikasi ini karena aplikasi dan website Indodax telah terdaftar di BAPPEBTI dengan nomor registrasi 002/BAPPEBTI/CP-AK/01/2020.
Dalam hal biaya, aplikasi Indodax dikenakan biaya penarikan variabel sebesar 0,5% dan biaya transaksi sebesar 0,3%. Menurut situs web perusahaan, untuk penarikan di bawah Rp100.000.000, pengguna dikenakan biaya maksimal Rp12.500. Penting juga bagi kamu untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan Indodax.
5. Upbit
Perusahaan crypto exchange lain yang beroperasi di Indonesia selain Luno adalah Upbit. Upbit adalah alat pertukaran crypto yang diterbitkan oleh Dunamu, sebuah perusahaan crypto dari Korea Selatan. Di Indonesia sendiri, perusahaan ini bernama PT Upbit Exchange Indonesia dan memiliki izin dari Bappebti dengan nomor 002/BAPPEBTI/CP-AK/12/2019.
Saat ini, lebih dari 100.000 pengguna telah mengunduh aplikasi Upbit Global di Google Play Store. Namun, dengan menggunakan aplikasi ini, Anda dapat memperdagangkan lebih dari 150 aset crypto di 220 pasar dan menurut Coin Market, jumlah perdagangan harian menggunakan platform ini adalah $5.129.068.425.
Upbit mengenakan biaya penarikan sebesar Rp 25.000, biaya transaksi (taker) sebesar 0,25% dan 0% untuk biaya transaksi produsen.
6. Rekeningku
Bursa exchange selanjutnya adalah platform Rekeningku. Saat ini, lebih dari 100.000 pengguna telah mengunduh aplikasi broker crypto ini di Google Play Store dan perusahaan mengklaim memiliki basis pengguna lebih dari 500.000.
Dengan memegang lisensi BAPPEBI dengan nomor 008/BAPPEBTI/CP-AK/2020, Rekeningku menawarkan sekitar 40 pasangan crypto dan volume perdagangan hariannya adalah $20.046.330.
Platform ini menawarkan trading crypto dengan biaya pembelian 0,12% termasuk PPN, biaya penjualan 0,2% termasuk PPN, minimal deposit hanya Rp30.000, dan bebas biaya penarikan. Selain itu, penarikan dan penyetoran dari Rekeningku di platform dapat dilakukan melalui transfer bank, akun virtual, dan berbagai aplikasi dompet digital.
Nah, itulah 6 tempat terbaik untuk trading crypto di Indonesia. Saat ini kebanyakan sistem trading tersebut hanya melayani dengan menggunakan metode spot (buy dulu baru kemudian sell), sehingga tidak bisa digunakan untuk jenis trading yang berbeda, seperti short selling, atau lainnya.
Selain itu, platform tersebut mendapat izin dari BAPPEBTI, sehingga bisa bekerja di Indonesia. Nah, untuk kamu yang ingin mulai berinvestasi kripto secara mudah, download Pintu: Jual/Beli Aset Digital oleh PT.Pintu Kemana Saja di App Store atau Play Store kamu sekarang!
Dalam hal biaya, aplikasi Indodax dikenakan biaya penarikan variabel sebesar 0,5% dan biaya transaksi sebesar 0,3%. Menurut situs web perusahaan, untuk penarikan di bawah Rp100.000.000, pengguna dikenakan biaya maksimal Rp12.500. Penting juga bagi kamu untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan Indodax.
5. Upbit
Perusahaan crypto exchange lain yang beroperasi di Indonesia selain Luno adalah Upbit. Upbit adalah alat pertukaran crypto yang diterbitkan oleh Dunamu, sebuah perusahaan crypto dari Korea Selatan. Di Indonesia sendiri, perusahaan ini bernama PT Upbit Exchange Indonesia dan memiliki izin dari Bappebti dengan nomor 002/BAPPEBTI/CP-AK/12/2019.
Saat ini, lebih dari 100.000 pengguna telah mengunduh aplikasi Upbit Global di Google Play Store. Namun, dengan menggunakan aplikasi ini, Anda dapat memperdagangkan lebih dari 150 aset crypto di 220 pasar dan menurut Coin Market, jumlah perdagangan harian menggunakan platform ini adalah $5.129.068.425.
Upbit mengenakan biaya penarikan sebesar Rp 25.000, biaya transaksi (taker) sebesar 0,25% dan 0% untuk biaya transaksi produsen.
6. Rekeningku
Bursa exchange selanjutnya adalah platform Rekeningku. Saat ini, lebih dari 100.000 pengguna telah mengunduh aplikasi broker crypto ini di Google Play Store dan perusahaan mengklaim memiliki basis pengguna lebih dari 500.000.
Dengan memegang lisensi BAPPEBI dengan nomor 008/BAPPEBTI/CP-AK/2020, Rekeningku menawarkan sekitar 40 pasangan crypto dan volume perdagangan hariannya adalah $20.046.330.
Platform ini menawarkan trading crypto dengan biaya pembelian 0,12% termasuk PPN, biaya penjualan 0,2% termasuk PPN, minimal deposit hanya Rp30.000, dan bebas biaya penarikan. Selain itu, penarikan dan penyetoran dari Rekeningku di platform dapat dilakukan melalui transfer bank, akun virtual, dan berbagai aplikasi dompet digital.
Nah, itulah 6 tempat terbaik untuk trading crypto di Indonesia. Saat ini kebanyakan sistem trading tersebut hanya melayani dengan menggunakan metode spot (buy dulu baru kemudian sell), sehingga tidak bisa digunakan untuk jenis trading yang berbeda, seperti short selling, atau lainnya.
Selain itu, platform tersebut mendapat izin dari BAPPEBTI, sehingga bisa bekerja di Indonesia. Nah, untuk kamu yang ingin mulai berinvestasi kripto secara mudah, download Pintu: Jual/Beli Aset Digital oleh PT.Pintu Kemana Saja di App Store atau Play Store kamu sekarang!
(atk)
Lihat Juga :