Daging hingga Gula Diimpor, Erick Thohir Wanti-wanti Lonjakan Harga Pangan
Minggu, 15 Januari 2023 - 18:57 WIB
Menteri BUMN, Erick Thohir mewanti-wanti adanya kenaikan harga komoditas di pasaran. Pasalnya, harga pangan dunia naik 14% atau tertinggi dalam sejarah. Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mewanti-wanti adanya kenaikan harga komoditas di pasaran. Pasalnya, harga pangan dunia naik 14% atau tertinggi dalam sejarah.
Sejumlah komoditas di pasar Indonesia adalah pangan dasar yang diimpor pemerintah. Misalnya, gula, garam, daging, termasuk bahan baku pupuk. Baca Juga: Harga Pangan Dunia Meroket 14%, Erick Thohir Dorong BUMN Gelar Operasi Pasar
Erick menilai harga pangan ini akan bergantung pada harga komoditas dunia. Artinya, kenaikan harga pangan dunia mendorong kenaikan harga komoditas domestik.
"Harga pangan di dunia naik sampai kurang lebih 14 persen. Ini tertinggi dalam sejarah. Artinya apa? Kita harus antisipasi harga pangan ini, karena kita ada yang impor gula, garam, daging, nah ini kan kita harus antisipasi," ungkap Erick, Jumat (15/1/2022).
Menurutnya, gejolak harga pangan dunia harus diantisipasi dengan efisiensi operasional dan keuangan oleh BUMN Pangan. Sehingga perseroan bisa melaksanakan intervensi pasar.
Baca Juga: Pecah Rekor! Harga Pangan Dunia Meroket hingga 50%
Sejumlah komoditas di pasar Indonesia adalah pangan dasar yang diimpor pemerintah. Misalnya, gula, garam, daging, termasuk bahan baku pupuk. Baca Juga: Harga Pangan Dunia Meroket 14%, Erick Thohir Dorong BUMN Gelar Operasi Pasar
Erick menilai harga pangan ini akan bergantung pada harga komoditas dunia. Artinya, kenaikan harga pangan dunia mendorong kenaikan harga komoditas domestik.
"Harga pangan di dunia naik sampai kurang lebih 14 persen. Ini tertinggi dalam sejarah. Artinya apa? Kita harus antisipasi harga pangan ini, karena kita ada yang impor gula, garam, daging, nah ini kan kita harus antisipasi," ungkap Erick, Jumat (15/1/2022).
Menurutnya, gejolak harga pangan dunia harus diantisipasi dengan efisiensi operasional dan keuangan oleh BUMN Pangan. Sehingga perseroan bisa melaksanakan intervensi pasar.
Baca Juga: Pecah Rekor! Harga Pangan Dunia Meroket hingga 50%
Lihat Juga :