Kapan Blok Rokan Mulai Dibor? Ini Bocorannya
Senin, 13 Juli 2020 - 19:59 WIB
"Harapan pemerintah adalah transisi Blok Rokan dapat berjalan lancar melalui investasi di masa transisi dan kewajiban pemulihan lingkungan paska operasi juga dapat dilaksanakan dengan dana yang cukup sehingga ketika Pertamina mengambil alih optimasi produksi terjaga dan pertamina tidak dibebani," ungkapnya.
(Baca Juga: Target IPO, Pertamina Akan Jual Saham Perdana Blok Rokan )
Sebagai informasi sebelumnya sempat sudah menawarkan opsi Joint Drilling Agreemant (JDA) kepada Chevron. Dengan opsi tersebut, Chevron akan mengebor Blok Rokan tahun ini atas biaya Pertamina. Namun opsi JDA tersebut ditolak oleh Chevron dengan pertimbangan keekonomian yang tidak menarik.
Berdasarkan data, Blok Rokan merupakan blok minyak terbesar di Indonesia. Blok migas seluas 6.220 kilometer ini memiliki 96 lapangan dengan 3 lapangan di antaranya memiliki potensi minyak yang baik yaitu Duri, Minas dan Bekasap. Adapun Blok Rokan telah beroperasi selama 68 tahun atau sejak 1952.
Dengan dikelolanya Blok Rokan oleh Pertamina mulai 9 Agustus 2021 mendatang, maka kontribusi produksi minyak Pertamina dibandingkan produksi minyak nasional akan meningkat dari 48% pada 2019 menjadi 60% di 2021.
(Baca Juga: Target IPO, Pertamina Akan Jual Saham Perdana Blok Rokan )
Sebagai informasi sebelumnya sempat sudah menawarkan opsi Joint Drilling Agreemant (JDA) kepada Chevron. Dengan opsi tersebut, Chevron akan mengebor Blok Rokan tahun ini atas biaya Pertamina. Namun opsi JDA tersebut ditolak oleh Chevron dengan pertimbangan keekonomian yang tidak menarik.
Berdasarkan data, Blok Rokan merupakan blok minyak terbesar di Indonesia. Blok migas seluas 6.220 kilometer ini memiliki 96 lapangan dengan 3 lapangan di antaranya memiliki potensi minyak yang baik yaitu Duri, Minas dan Bekasap. Adapun Blok Rokan telah beroperasi selama 68 tahun atau sejak 1952.
Dengan dikelolanya Blok Rokan oleh Pertamina mulai 9 Agustus 2021 mendatang, maka kontribusi produksi minyak Pertamina dibandingkan produksi minyak nasional akan meningkat dari 48% pada 2019 menjadi 60% di 2021.
(akr)
Lihat Juga :