Jawab Kritikan Mendag Soal Impor Kedelai, Buwas: Kita Gak Bisa Asal
Senin, 16 Januari 2023 - 19:48 WIB
Meski telat, Bulog sendiri sudah menjajaki kerja sama bisnis dengan beberapa negara. Bahkan, perusahaan sudah berkontrak dengan Amerika Serikat (AS), Brazil, dan beberapa negara.
Ihwal pelaksanaan atau realisasi impornya, Buwas enggan mengutarakannya. Justru dia memastikan sudah dilakukan proses uji coba produksi kedelai, dan bahan mentahnya berasal dari negara lain.
Dia mengklaim hasilnya memuaskan dan bisa diterima para pengrajin tahu dan tempe. Bulog akan bermediasi terkait harga kedelai dari negara yang dimaksudkan.
"Nah, sekarang tinggal kita pastikan dari negara itu supaya kualitas dan kuantitas harganya sampai di kita berapa itu," ucapnya.
Buwas memandang konversi harga terus mengalami perubahan. Karena itu angkanya harus disetujui Bulog dan negara mitra, sebelum diputuskan dikirimkan ke Indonesia.
"Kita mau bicarakan, begitu kita kontrak ini kan memakan waktu beberapa bulan. Artinya bertahap, nanti dalam proses perjalanan tahu-tahunya naik (harga), kan impor gak bermanfaat (buat) para pengrajin tempe tahu," tutur dia.
Ihwal pelaksanaan atau realisasi impornya, Buwas enggan mengutarakannya. Justru dia memastikan sudah dilakukan proses uji coba produksi kedelai, dan bahan mentahnya berasal dari negara lain.
Dia mengklaim hasilnya memuaskan dan bisa diterima para pengrajin tahu dan tempe. Bulog akan bermediasi terkait harga kedelai dari negara yang dimaksudkan.
"Nah, sekarang tinggal kita pastikan dari negara itu supaya kualitas dan kuantitas harganya sampai di kita berapa itu," ucapnya.
Buwas memandang konversi harga terus mengalami perubahan. Karena itu angkanya harus disetujui Bulog dan negara mitra, sebelum diputuskan dikirimkan ke Indonesia.
"Kita mau bicarakan, begitu kita kontrak ini kan memakan waktu beberapa bulan. Artinya bertahap, nanti dalam proses perjalanan tahu-tahunya naik (harga), kan impor gak bermanfaat (buat) para pengrajin tempe tahu," tutur dia.
Lihat Juga :