Menata Ulang Strategi Bisnis

Selasa, 14 Juli 2020 - 06:03 WIB
loading...
A A A
Krisis akibat pandemi juga menyebabkan tingkat pengangguran meningkat tajam. Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut kini semakin banyak orang yang mencari pekerjaan. Menurut lembaga itu, sekitar 10,4% pekerjaan di seluruh dunia terkena dampak. Pariwisata, penerbangan, dan perhotelan merupakan sektor paling terpengaruh. (Baca juga: Kasus Virus Corona Tembus 13 Juta Orang di Seluruh Dunia)

"Penurunan tajam dalam aktivitas ekonomi menjadi pukulan dahsyat ke pasar tenaga kerja global," ujar IMF dalam keterangan resmi yang diumumkan Rabu, 24 Juni 2020 lalu. IMF menyatakan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penurunan global dalam aktivitas kerja pada kuartal II/2020 diperkirakan setara dengan kerugian lebih dari 300 juta pekerjaan penuh waktu.

Di saat pandemi, perusahaan memang sudah banyak yang melaksanakan serangkaian kebijakan dan strategi untuk menyelamatkan bisnisnya. Dengan begitu, krisis Covid-19 memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk mengembangkan bisnis masa depan yang menjadikan digital sebagai pusat interaksi. Industri pun memaksa baik organisasi atau individu untuk bisa mengadopsi perubahan setiap saat.

Survei McKinsey di Eropa menyebutkan, 70% para eksekutif di Austria, Jerman, dan Swiss menyatakan pandemi virus corona menjadi kesempatan untuk akselerasi menuju transformasi digital. Itu menunjukkan kerja dan bisnis tidak mengenal sektor dan faktor geografis.

Perbankan bergerak ke kanal online. Penyedia layanan kesehatan berpindah ke tele-kesehatan. Demikian juga sektor ritel yang bergerak menjadi e-commerce guna menghindari transaksi kontak langsung. "Pemimpin bisnis harus mampu mendapatkan dukungan untuk membangun kepercayaan, di mana banyak orang tetap optimistis," demikian laporan McKinsey.

Kemudian, strategi paling praktis dalam perubahan model bisnis adalah pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) bagi perusahaan untuk beradaptasi dengan new normal. Apalagi dalam laporan IFS, perusahaan peranti lunak menyatakan 70% perusahaan di dunia mengalami peningkatan transformasi digital karena Covid-19.

Aktivitas Usaha Nasional Melambat

Sentimen negatif bisnis di tataran global juga setali tiga uang dengan kondisi di dalam negeri. Laporan Bank Indonesia (BI) menyebutkan, kegiatan usaha pada kuartal II/2020 mengalami penurunan signifikan. Hal itu terlihat dari nilai saldo bersih tertimbang (SBT) yang minus 35,75%. Angka itu terkontraksi lebih dalam dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang minus 5,56%. (Baca juga: Ahli Virus China Melarikan Diri ke AS, Klaim Beijing Menutupi-nutupi Corona)

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengatakan, penurunan kegiatan dunia usaha terjadi pada seluruh sektor ekonomi dengan penurunan terdalam pada sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, serta jasa-jasa. "Penyebab utamanya penurunan permintaan dan gangguan pasokan akibat pandemi," ujar Onny melalui siaran pers di Jakarta kemarin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Perundingan AS dan Iran...
Perundingan AS dan Iran Terhenti, Dunia Akan Terus Terguncang
Rekomendasi
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Salurkan Makanan Bergizi, Warga Duri Kepa Mengaku Sangat Terbantu
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved