Menata Ulang Strategi Bisnis

Selasa, 14 Juli 2020 - 06:03 WIB
loading...
Menata Ulang Strategi...
Bukan hanya kerugian jiwa dan kesehatan, pandemi corona menyebabkan lumpuhnya banyak sektor bisnis. Foto/Koran SINDO
A A A
NEW YORK - Pandemi virus orona (Covid-19), yang pertama kali terdeteksi di China, telah menginfeksi hampir 13 juta jiwa di seluruh dunia dan menyebabkan kematian hingga 568.509 orang.

Bukan hanya kerugian jiwa dan kesehatan, pandemi itu menyebabkan lumpuhnya banyak sektor bisnis. Krisis ekonomi pun tak bisa dihindari sehingga membutuhkan pemulihan dengan segera. Untuk itu, perlu perubahan strategi mendasar agar risiko berkurangnya aktivitas bisnis bisa diimbangi dengan produktivitas.

McKinsey & Management, firma konsultasi manajemen global, dalam laporannya mengajukan saran, kondisi krisis di saat pandemi mendorong setiap perusahaan menemukan kembali atau menata ulang model bisnisnya. Saran berikutnya, perusahaan harus mencoba keluar dari zona nyaman dengan tidak mengandalkan tujuan jangka pendek. "Perlunya adopsi artificial intelligence (AI) dan algoritma sebagai pemikiran dan mendefinisikan ulang bisnis," demikian saran McKinsey.

Namun, model bisnis saja tidak cukup. Perusahaan juga harus memperhatikan risiko krisis korona lebih mendalam dan lebih luas. Misalnya risiko kebijakan jaga jarak yang ternyata berdampak luas bagi bisnis. Namun, perlu juga dipertimbangkan risiko kesehatan pada karyawan karena akan berpengaruh terhadap produktivitas pegawai. (Baca: Tanah Gratis, Relokasi Pabrik China Berbondong-bondong Masuk)

“Perusahaan harus menyiapkan penilaian bisnis secara berkelanjutan dan menyiapkan manajemen risiko serta analisis dampak bisnis,” tambah Steven Minsky, CEO Logic Manager, konsultan manajemen risiko.

Tak kalah penting pula manajemen insiden. Ini perlu karena pada saat pandemi perusahaan harus berhadapan dengan tuntutan pelanggan yang menyesuaikan dengan kondisi terkini.

Dampak pandemi ini terasa langsung oleh sejumlah perusahaan global di beberapa sektor. Sebut saja sektor minyak dan gas bumi, ritel, penerbangan, hingga sektor keuangan.

Laporan majalah Fortune menyebutkan, ada banyak perusahaan yang terdampak pandemi yang kini sedang berhadapan dengan pengadilan karena mengajukan perlindungan kepailitan alias bangkrut. Sebut saja maskapai Latam Airlines yang kini menanggung beban utang USD24,4 miliar, kemudian perusahaan ritel JC Penney, hingga Hertz Corporation.

10,4% Pekerjaan Terdampak
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Perundingan AS dan Iran...
Perundingan AS dan Iran Terhenti, Dunia Akan Terus Terguncang
Rekomendasi
Juara 2 di Kompetisi...
Juara 2 di Kompetisi Berkuda Shark Anantya, Narantraya Jeihan Widjaya Tatap Porda Jabar
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved