Lawan Kampanye Hitam, Komunikasi Sawit Perlu Lebih Sinergis
Selasa, 14 Juli 2020 - 07:31 WIB
loading...
Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Lebih dari satu dekade sektor sawit telah menjadi tumpuan ekonomi nasional. Namun kampanye hitam terhadap komoditas sawit tidak pernah berhenti. Melawan itu, para pemangku kepentingan dalam mata rantai industri sawit perlu lebih sinergis dalam merumuskan strategi komunikasi yang efektif.
“Pemerintah harus menjadi dirigen dalam perumusan strategi dan pelaksanaan program komunikasi melawan berbagai kampanye negatif sawit,” kata Tofan Mahdi, praktisi komunikasi sawit, dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta kemarin. (Baca: Industri Sawit Tahan Banting di Tengah Pandemi Covid-19)
Tofan yang juga Ketua Bidang Komunikasi GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) ini mengatakan, dibandingkan sepuluh tahun lalu, saat ini komunikasi dan kampanye positif sawit sudah sangat baik. Pemerintah juga satu suara ketika berbicara di dunia internasional bahwa sawit adalah komoditas strategis nasional yang harus dijaga dan dipertahankan.
“Kehadiran badan layanan umum pemerintah BPDP Kelapa Sawit semakin mendukung program komunikasi dan kampanye positif sawit ini,” kata Tofan.
Yang menggembirakan, kata Tofan, perusahaan-perusahaan sawit juga memiliki kesadaran kolektif untuk ikut membangun komunikasi dan kampanye positif sawit. “Sekarang perusahaan-perusahaan sawit besar sudah memiliki divisi atau departemen komunikasi. Ini sangat positif,” kata SVP (Senior Vice President) Communication and Public Affair PT Astra Agro Lestari Tbk ini. (Baca juga: Sebanyak 222 Pasien Corona di Riau Sembuh)
“Pemerintah harus menjadi dirigen dalam perumusan strategi dan pelaksanaan program komunikasi melawan berbagai kampanye negatif sawit,” kata Tofan Mahdi, praktisi komunikasi sawit, dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta kemarin. (Baca: Industri Sawit Tahan Banting di Tengah Pandemi Covid-19)
Tofan yang juga Ketua Bidang Komunikasi GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) ini mengatakan, dibandingkan sepuluh tahun lalu, saat ini komunikasi dan kampanye positif sawit sudah sangat baik. Pemerintah juga satu suara ketika berbicara di dunia internasional bahwa sawit adalah komoditas strategis nasional yang harus dijaga dan dipertahankan.
“Kehadiran badan layanan umum pemerintah BPDP Kelapa Sawit semakin mendukung program komunikasi dan kampanye positif sawit ini,” kata Tofan.
Yang menggembirakan, kata Tofan, perusahaan-perusahaan sawit juga memiliki kesadaran kolektif untuk ikut membangun komunikasi dan kampanye positif sawit. “Sekarang perusahaan-perusahaan sawit besar sudah memiliki divisi atau departemen komunikasi. Ini sangat positif,” kata SVP (Senior Vice President) Communication and Public Affair PT Astra Agro Lestari Tbk ini. (Baca juga: Sebanyak 222 Pasien Corona di Riau Sembuh)
Lihat Juga :