Gakoptindo Ungkap Biang Keladi Sirnanya Kejayaan Kedelai Lokal
Jum'at, 20 Januari 2023 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
Aip mengatakan turunnya produksi kedelai lokal lantaran mekanisme penanamnya di Indonesia masih kurang baik. Tidak seperti di Brasil yang sudah menggunakan mekasnisme yang lebih baik dari Indonesia.
Padahal, kata Aip, produksi kedelai lokal memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan kedelai impor. Jika produksi kedelai Indonesia mencapai 1 juta ton, maka Gakoptindo siap membelinya.
"Tahu sumedang yang menggunakan kedelai lokal itu jauh lebih enak. Jadi kalo Indoensia bisa produksi 1 juta ton ke atas, kami siap membeli kedelai lokal namun dengan harga yang tidak seperti kemarin yang Rp10.000 ke atas," katanya.
Aip mendorong pemerintah untuk dapat belajar dari sistem penanaman yang ada di Brasil. Tujuannya agar produksi kedelai lokal bisa jauh lebih banyak produksinya.
Brasil sendiri menempati urutan pertama sebagai negara produsen kedelai terbesar di dunia. Jumlah pasokan kedelai yang diproduksi oleh Negeri Samba ini mencapai 134 juta ton pada Februari 2021/2022.
Padahal, kata Aip, produksi kedelai lokal memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan kedelai impor. Jika produksi kedelai Indonesia mencapai 1 juta ton, maka Gakoptindo siap membelinya.
"Tahu sumedang yang menggunakan kedelai lokal itu jauh lebih enak. Jadi kalo Indoensia bisa produksi 1 juta ton ke atas, kami siap membeli kedelai lokal namun dengan harga yang tidak seperti kemarin yang Rp10.000 ke atas," katanya.
Aip mendorong pemerintah untuk dapat belajar dari sistem penanaman yang ada di Brasil. Tujuannya agar produksi kedelai lokal bisa jauh lebih banyak produksinya.
Brasil sendiri menempati urutan pertama sebagai negara produsen kedelai terbesar di dunia. Jumlah pasokan kedelai yang diproduksi oleh Negeri Samba ini mencapai 134 juta ton pada Februari 2021/2022.
Lihat Juga :