4 Juragan Bisnis Kopi Tercuan di Indonesia, Nomor 1 Berharta Rp59 Triliun

Senin, 23 Januari 2023 - 07:43 WIB
loading...
A A A
Pada sekitar tahun 1927 keluarga ini membuat kopi dari rumah di daerah pecinan di Surabaya. Produk kopi bubuk itu diberi nama kopi Hap Hoo Tjan.

Bisniskopi tersebutdalam perjalanannya menghadapi permasalahan berupa perbedaan pendapat hingga timbul keretakan yang menyebabkan usaha ini gulung tikar. Lalu, asetnya dibagikan kepada tiga perintis usaha tersebut.

Soedomo yang dapat bagian pabrik penggorengan kopi, melanjutkan usaha tersebut. Dengan modal aset dari ayahnya, dia melihat peluang untuk mendirikan perusahaan dengan nama PT Santos Jaya Abadi pada 1979 yang kemudian populer dengan merk Kapal Api.

4 Juragan Bisnis Kopi Tercuan di Indonesia, Nomor 1 Berharta Rp59 Triliun


Dengan strategi pemasaran yang baik, Soedomo berhasil membuat Kapal Api menguasai mayoritas pasar lokal bahkan diekspor ke mancanegara setelah tujuh tahun didirikan.

Negara tujuan ekspor pertamanya adalah Arab Saudi pada 1985, berlanjut negara Asia lainnya seperti Hong Kong, Taiwan, Malaysia.

Seiring perkembangan bisnis, produk lainnya lahir dari perusahaan yang sama, mulai dari sereal, permen hingga kedai kopi bernama Excelso yang ditujukan untuk segmen konsumen kelas menengah.

Mengutip laman resminya, PT Santos Jaya Abadi memasang visi menjadi pemimpin pasar dalam produk makanan dan minuman berbasis kopi di Asia.

Beberapa merek di bawah naungannya saat ini adalah Kapal Api , Excelso, Kopi Ya!, Good Day, Kapten, Kopi ABC, Ceremix, Kapal Api Fresco, Kapal Api Grande

Hingga kini Soedomo dikenal sebagai bos perusahaan kopi paling legendaris dengan produknya yang laris di mana-mana. Jumlah karyawannya pun mencapai 14.000 orang.

3. James Prananto
Kisah sukses James Prananto tak lepas dari keberhasilan pengusaha muda kelahiran 1988 itu dalam mengembangkan Kopi Kenangan menjadi unicorn Food and Beverage (F&B) pertama di Asia Tenggara.

James dan teman kuliahnya, Edward Tirtanata, telah lama berkeinginan membangun sebuah bisnis bersama. Keduanya mengawali dengan membuka bisnis teh premium bernama Lewis & Carroll Tea (L&C) yang dimulai di Jakarta. Sayangnya, dengan harga produk yang cukup mahal yaitu berkisar Rp40-60 ribu per cangkir, bisnis L&C tidak berjalan sukses.

Namun, kegagalan itu tak lantas membuat patah arang. Melihat peluang menjanjikan dari kebiasaan orang Indonesia yang gemar minum kopi, pada 2017 James dan rekannya mendirikan gerai kopi bernama Kopi Kenangan yang pertama kali dibuka di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Kabar baik, bisnis barunya mendapat respons positif dari masyarakat sejak hari pertama gerai dibuka. Jika selama ini gerai kafe ternama menjual kopi dengan harga yang cukup mahal, bisa mencapai Rp50.000 per gelas atau cup, Kopi Kenangan membuat harganya menjadi lebih terjangkau. Alhasil, gerai pertama Kopi Kenangan sukses menjual hingga 700 gelas kopi per hari.

Usai mendapat suntikan dana dari Alpha JWC Venture sebesar USD8 juta atau sekitar Rp115 miliar, Kopi Kenangan yang merupakan jaringan F&B non-waralaba berkonsep new retail terus berkembang pesat. Dalam dua tahun setelah didirikan, Kopi Kenangan telah membuka 60 gerai.

Hingga pada Desember 2021, Kopi Kenangan resmi menjadi Unicorn usai kembali meraih modal pendanaan Seri C tahap pertama senilai USD96 juta atau setara Rp1,3 triliun. Melalui pendanaan ini, valuasi perusahaan yang bergerak di bisnis F&B itu tembus USD1 miliar.

"Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat mengumumkan pendanaan yang menempatkan Kopi Kenangan sebagai perusahaan New Retail F&B Unicorn pertama di Asia Tenggara," kata Edward Tirtanata selaku CEO dan Co-Founder Kopi Kenangan dalam siaran resmi, Senin (27/12/2021).

Keberhasilan James dan Edward mengantarkan Kopi Kenangan menjadi unicorn F&B pertama di kawasan Asia Tenggara tentu sangat menginspirasi. Berdasarkan riset dari Nielsen Company, Kopi Kenangan juga tercatat sebagai brand terfavorit konsumen untuk kategori kopi susu.

4 Juragan Bisnis Kopi Tercuan di Indonesia, Nomor 1 Berharta Rp59 Triliun


Berkat tangan dinginnya dalam mengembangkan bisnis kopi kekinian, James Prananto pada 2019 masuk Forbes 30 under 30 di Asia untuk kategori Retail & Commerce.

Beroperasi sejak 2017, Kopi Kenangan telah memiliki lebih dari 800 gerai di 45 kota di Indonesia. Sebanyak 30 juta cangkir kopi berhasil terjual habis pada tahun 2020 lalu.

Tak mau jago kandang saja, setelah tertunda akibat pandemi Covid-19, akhirnya pada tahun lalu Kopi Kenangan melebarkan sayapnya untuk go-internasional dengan terlebih dulu menembus pasar regional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Surabaya Jadi Kota Pertama...
Surabaya Jadi Kota Pertama Indonesia Coffee Expo 2026, Hadirkan Pengalaman Interaktif bagi Pengunjung
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Cuan Maksimal! PGN Pertahankan...
Cuan Maksimal! PGN Pertahankan Rasio Dividen 80% Senilai US$ 172,29 Juta
WORCAS Gala Dinner 2026...
WORCAS Gala Dinner 2026 Tandai 91 Tahun Perjalanan Menjaga Keaslian Kopi Luwak
Perluas Jangkauan Kopi...
Perluas Jangkauan Kopi Berkualitas, Ja~di Hadir lewat Ratusan Gerai Alfamidi
Kisah Unik Syifa Hadju,...
Kisah Unik Syifa Hadju, Afgan, Sheila Dara, dan Baskara di Balik Secangkir Kopi
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
Tren Kedai Kopi dan...
Tren Kedai Kopi dan Makanan Melonjak, Dorong Transformasi Industri F&B
Rekomendasi
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
Volkswagen Group Akan...
Volkswagen Group Akan Hentikan Produksinya Setengah pada 2030
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
Berita Terkini
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved