Butuh Bantuan, 23 Negara Afrika Berisiko Diterpa Krisis Utang

Senin, 23 Januari 2023 - 09:54 WIB
loading...
A A A
Kondisi ini juga menaikkan biaya impor energi dan harga makanan dengandolar terutama di Afrika sub-Sahara, di mana banjir dan kekeringan menambah tekanan harga yang disebabkan perang.

Sementara negara-negara Afrika perlu mengevaluasi kembali daya dukung utang mereka dan untuk menyalurkan sumber daya ke dalam investasi produktif. Menurut AfDB, selaku pemberi pinjaman multilateral terbesar di benua itu menambahkan, dukungan global diperlukan untuk mengurangi risiko kerapuhan keuangan di benua Afrika.

Mempercepat Bantuan

Kelompok 20 ekonomi terkuat disebutkan harus menghidupkan kembali Inisiatif Penangguhan Layanan Utang, sebuah langkah yang dapat memberi ruang bagi negara-negara Afrika untuk memenuhi biaya pemulihan Covid-19. Termasuk di dalamnya tagihan USD 144,3 miliar untuk vaksin hingga tahun 2022 dan membantu menyerap guncangan yang berasal dari perang Rusia Ukraina.

Bantuan bagi negara-negara yang tergabung dalam Common Framework G-20 juga harus dipercepat dan dilakukan dengan cara yang lebih transparan untuk menciptakan kepercayaan bagi orang lain.

Diterangkan juga bahwa Ghana, saat ini dalam situasi gagal bayar dan membutuhkan restrukturisasi. Pemerintah khawatir keikutsertaan dalam program ini akan memicu penurunan peringkat kredit.

Negara Afrika Barat itu juga enggan merestrukturisasi utangnya di bawah Common Framework yang terbukti prosesnya panjang dan berlarut-larut. Dari tiga negara yang mengajukan permohonan, hanya Chad yang memiliki kesepakatan dengan kreditur. Zambia menargetkan kesepakatan kuartal, dan perang saudara mengganggu pembicaraan di Ethiopia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Efek Domino Perang AS-Iran:...
Efek Domino Perang AS-Iran: Krisis Energi Mengancam Benua Afrika, Harga BBM Melambung
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Tanda-tanda Lempeng...
Tanda-tanda Lempeng Tektonik Baru Lahir di Afrika Ditemukan
Dibantu Tentara Rusia,...
Dibantu Tentara Rusia, Mali Sukses Gagalkan Kudeta Militer
Rekomendasi
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
10 Negara dengan Utang...
10 Negara dengan Utang China Terbesar, Indonesia Urutan Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved