Kemandirian Pangan di Indonesia Timur Rendah, Ini Penjelasan Bulog
Selasa, 14 Juli 2020 - 13:55 WIB
loading...
A
A
A
Mantan Kepala BNN ini mengatakan, komoditas pangan selain beras di wilayah Papua dalam hal ini sagu sangat berlimpah. Bahkan, jika pemerintah serius menanganinya ini bisa menjadi kekuatan pangan baru.
"Sebenarnya kalau mau kita lihat, karena yang dilihat dari Papua itu dari sisi beras. Pangan tidak hanya beras. Kalau kita mau bicara sagu di Papua, kita kalau mau produksi dengan baik yaitu ada 450 juta ton per tahun produksi sagu," kata dia.
Selain itu, menurut Buwas, produksi komoditas sagu bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia, yang mana dalam satu tahun produksinya mencapai 36 juta ton. Namun, untuk meningkatkan kemandirian pangan bukan menjadi domain Bulog.
"Untuk meningkatkan kemandirian pangan itu menjadi tugas Menteri Pertanian. Sementara Bulog dari sisi mempersiapkan supply pangannya dan menyerap produksi lokalnya," ucap Buwas.
"Sebenarnya kalau mau kita lihat, karena yang dilihat dari Papua itu dari sisi beras. Pangan tidak hanya beras. Kalau kita mau bicara sagu di Papua, kita kalau mau produksi dengan baik yaitu ada 450 juta ton per tahun produksi sagu," kata dia.
Selain itu, menurut Buwas, produksi komoditas sagu bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia, yang mana dalam satu tahun produksinya mencapai 36 juta ton. Namun, untuk meningkatkan kemandirian pangan bukan menjadi domain Bulog.
"Untuk meningkatkan kemandirian pangan itu menjadi tugas Menteri Pertanian. Sementara Bulog dari sisi mempersiapkan supply pangannya dan menyerap produksi lokalnya," ucap Buwas.
(akr)
Lihat Juga :