Dari Pemotongan Gaji hingga Komitmen Perusahaan ke Karyawan

Selasa, 28 April 2020 - 14:06 WIB
loading...
Dari Pemotongan Gaji...
Sampoerna berkomitmen untuk tidak melakukan PHK selama masa pandemi. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 berdampak serius terhadap berjalannya bisnis, hampir perusahaan di Indonesia. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan anjuran social distancing menyebabkan perlambatan ekonomi dan menurunnya konsumsi masyarakat. Hal itu pun membuat bisnis perusahaan di berbagai sektor mengalami penurunan, dan mengambil kebijakan tidak mengenakan bagi karyawan.

PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) misalnya. Melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) April ini, perusahaan pemegang hak lisensi restoran waralaba KFC itu akan memangkas gaji para karyawan setelah sebelumnya merumahkan 450 karyawan. Lalu awal April 2020, perusahaan telekomunikasi Indosat Ooredoo sudah lebih dulu merumahkan 677 karyawannya.

Tak hanya sektor swasta, Covid-19 juga memberikan dampak pada perusahaan BUMN. Maskapai plat merah, Garuda Indonesia memangkas gaji direksi dan karyawan selama masa sulit ini.

"Pemotongan gaji dilakukan secara proporsional dari level direksi hingga staf mulai dari 10% untuk level staf hingga 50 persen untuk direksi," ujar Direktur Utama Garuda, Irfan Setiaputra, 17 April silam.

Meski demikian, ada juga perusahaan yang berusaha untuk tidak mengambil kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) meskipun terdampak pandemi. Diantaranya PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), pemilik lisensi restoran waralaba Pizza Hut di Indonesia.

Corporate Secretary Sarimelati Kencana Kurniadi Sulistyomo mengatakan, meskipun terjadi penurunan penjualan akibat penyebaran pandemi Covid-19 dan diterapkannya PSBB di beberapa daerah, pihaknya tidak akan melakukan PHK.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BUMN Ekspor PT DSI Bakal...
BUMN Ekspor PT DSI Bakal Diisi Pekerja Asing, Ini Tugasnya
Baru 27% Pekerja RI...
Baru 27% Pekerja RI Punya Keterampilan Digital, Menaker: Jauh di Bawah Standar Global
Menyoroti Pergeseran...
Menyoroti Pergeseran Peran Tenaga Kerja di Tengah Perkembangan Kebutuhan Lintas Industri
Link and Match Pendidikan-Dunia...
Link and Match Pendidikan-Dunia Kerja, Wilmar Dukung Program Magang Mahasiswa
Separuh Pengusaha RI...
Separuh Pengusaha RI Setop Ekspansi 5 Tahun ke Depan, Lapangan Kerja Terancam Lesu
Kondisi Ketenagakerjaan...
Kondisi Ketenagakerjaan RI Lampu Kuning, 1,5 Juta Calon Pekerja Tak Terserap Setiap Tahun
Mendobrak Batas: 36...
Mendobrak Batas: 36 Profesi Buktikan Tunanetra Mampu Taklukkan Sektor Formal
UBM Bahas Tren Tenaga...
UBM Bahas Tren Tenaga Kerja Pariwisata Global di Studium Generale 2026
Shelter Indonesia Perkenalkan...
Shelter Indonesia Perkenalkan Ekosistem Digital untuk Operasional Terintegrasi
Rekomendasi
Audi Nuvolari Supercar...
Audi Nuvolari Supercar Hybrid V8 dengan 987 HP, Penerus Spiritual R8
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved