Target Meleset, Defend ID Catat Pendapatan Rp19,7 Triliun di 2022

Rabu, 25 Januari 2023 - 17:14 WIB
loading...
Target Meleset, Defend...
Holding BUMN Pertahanan atau Defend ID membukukan pendapatan usaha konsolidasi senilai Rp19,7 triliun di 2022. Ilustrasi foto/SINDOnews/Yulianto
A A A
JAKARTA - Holding BUMN Pertahanan atau Defend ID membukukan pendapatan usaha konsolidasi senilai Rp19,7 triliun pada tahun lalu. Jumlah tersebut naik 23,36% jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Utama Defend ID, Bobby Rasyidin menerangkan, pendapatan holding pada 2022 dikontribusikan oleh sektor defend senilai Rp9,94 triliun dan sektor non defend Rp9,76 triliun

"Pendapatan usaha tahun 2022 itu mencapai Rp19,7 triliun, yang terdiri dari Rp9,94 triliun dari sektor defend, Rp9,76 triliun dari sektor non defend. Jadi, hampir 50-50%, yang merupakan ini peningkatan 23,36% jika dibandingkan dengan audited 2021," papar Bobby saat rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (25/1/2023).

Adapun pendapatan audited pada 2021 hanya merupakan penggabungan dan bukan sebagai konsolidasi keuangan holding. Pasalnya, Defend ID diresmikan pada Maret 2022 lalu.

Saat itu peresmian ditandai dengan penandatanganan Akta Inbreng saham pemerintah antara PT Len Industri (Persero) selaku induk holding dengan empat anggota lainnya yaitu PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT PAL Indonesia (Persero), PT Pindad (Persero), dan PT Dahana. "Perlu kita garis bawahi audited 2021 hanya berupa gabungan, jadi bukan pengkonsolidasian," jelas dia.

Baca juga: Belum Setahun Berdiri, Holding BUMN Pertahanan Punya Utang Jumbo Rp 15,97 Triliun

Menurut Bobby, pendapatan usaha holding pada tahun lalu masih berada di bawah target yang dituangkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yakni Rp20,87 triliun.

Di sisi komposisi, dari pendapatan usaha Rp19,7 triliun, masing-masing entitas holding memberikan nilai yang berbeda-beda. Pindad misalnya menyumbang 32%, Len Industri 24%, Dahana 17%, Dirgantara Indonesia 14%, dan PAL Indonesia 13%.

"Jika kita lihat dan kita memetakan terhadap audited 2021, PT Len itu hampir sama, Pindad mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan 2021, PAL mengalami peningkatan juga, Dahana signifikan mengalami peningkatan," urainya.

Baca juga: Erick Thohir Ungkap Rapor Merah 9 BUMN, Siapa Aja?

Hanya, PT Dirgantara Indonesia yang mencatatkan penurunan jika dibandingkan dengan capaian 2021. Menurut dia, penurunan pendapatan usaha disebabkan oleh pergeseran dari jadwal perolehan kontrak yang belum efektif dan banyak terjadi di internal PTDI.

(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Rupiah Ambruk Sempat...
Rupiah Ambruk Sempat Sentuh Rp17.000 per Dolar AS, Begini Kondisi Terbarunya
Kemajuan Pengadaan Alutsista...
Kemajuan Pengadaan Alutsista Tanpa Impor dan Produksi Lokal Suku Cadang
Kemandirian Industri...
Kemandirian Industri Pertahanan Dianggap sebagai Pilar Kedaulatan Negara
Bantu Trader Bisa Profit,...
Bantu Trader Bisa Profit, Founder Astronacci International Raih Rekor ke-8 Muri
Rekomendasi
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Bagikan Pangan Gratis...
Bagikan Pangan Gratis dan Gelar Senam Sehat, MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Angkat Program Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
Berita Terkini
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved