4 BUMN Bakal Melantai di Bursa Tahun Ini, Berikut Profilnya

Sabtu, 28 Januari 2023 - 13:05 WIB
loading...
4 BUMN Bakal Melantai...
Dikonfirmasi bakal ada 4 BUMN yang akan melakukan Initial Public Offering (IPO) pada 2023, berikut profil singkatnya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengkonfirmasi akan ada empat perusahaan pelat merah yang melakukan Initial Public Offering ( IPO ) pada 2023. Keempat perseroan itu merupakan anak usaha BUMN yang bergerak di sektor pangan dan energi.

Baca Juga: Kementerian BUMN Ungkap Alasan IPO Pertamina Geothermal Mundur Tahun Depan

Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury merinci, anak usaha BUMN yang mencatatkan saham perdananya di pasar modal tahun ini terdiri dari PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Palm Co, dan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim).

Menurutnya, IPO empat anak usaha BUMN itu menjadi strategi pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan energi di dalam negeri.

"Atas dasar rencana strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan dan ketahanan energi kita, ada empat rencana BUMN dan anak usaha BUMN yang kita lakukan penawaran ke publik," ungkap Pahala, dikutip Sabtu (28/1/2023).

Baca Juga: BEI Bidik 57 Emiten Baru IPO Tahun Depan, Ada Anak BUMN

Adapun profil singkat keempat anak usaha BUMN yang dirangkum IDX Channel:

- Pertamina Geothermal Energy

PGE merupakan anak perusahaan PT Pertamina Power Indonesia di bawah naungan PT Pertamina (Persero).
Saat ini perusahaan mengelola 13 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dengan total kapasitas terpasang sebesar 1877 MW.

PGE memanfaatkan panas bumi melalui skema pemanfaatan langsung maupun tidak langsung. Saat ini sebagian besar pemanfaatan panas bumi dilakukan dengan skema pemanfaatan tidak langsung.

Di mana PGE menyediakan uap yang dihasilkan dari lapangan panas bumi untuk serta menyediakan tenaga listrik yang dihasilkan dari pengelolaan energi panas bumi yang terintegrasi dari eksplorasi, pengeboran, hingga pengembangan dan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

Untuk skema pemanfaatan langsung, saat ini PGE sedang mengembangkan bisnis Geowisata, Geoagro Industri serta kegiatan lain yang memanfaatkan energi panas bumi secara langsung.

- Pertamina Hulu Energi

Dari keterangan resmi perusahaan, saat ini PHE mengelola portofolio atau operasional sebanyak 58 anak perusahaan, 6 perusahaan patungan dan 2 perusahaan afiliasi yang mengelola blok migas di dalam dan luar negeri, serta bergerak di kegiatan usaha hilir migas dan services. Perseroan adalah anak perusahaan Pertamina.

Selain itu, PHE juga memiliki anak perusahaan afiliasi yaitu, PT Arun NGL dan Natuna-2 BV; 1 perusahaan perusahaan joint venture atau patungan di Malaysia.

Bahkan, memiliki saham di sejumlah perusahaan patungan yaitu PT Donggi Senoro LNG, PT PDSI, PT Pertagas Niaga, PT Pertamina Hulu Indonesia, PT Pertamina Mahakam, PT Pertamina Drilling Company dan PT Pertamina Geothermal Energi Lawu.

- PalmCo

PalmCo merupakan subholding milik Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III. Perusahaan dibentuk untuk fokus di sektor kelapa sawit.

Rencana perusahaan mencatatkan sahamnya di pasar modal Tanah Air untuk mendapatkan value creation tertinggi yang berasal dari konversi karet ke kelapa sawit.

PTPN saat ini memiliki lahan sawit seluas 500.000 hektar (ha). Perusahaan kemudian bakal mengkonversi 200.000 ha lahan karet menjadi kelapa sawit.
Lahan tersebut kemudian dikonsolidasikan ke PalmCo.

- PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT)

PKT atau Pupuk Kaltim merupakan produsen pupuk urea dan NPK terbesar di Asia. Perseroan adalah anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero).

Dari website resmi perusahaan, saat ini Pupuk Kaltim memiliki 13 pabrik di antaranya lima pabrik Amoniak berkapasitas 2,74 juta ton per tahun, lima pabrik Urea berkapasitas 3,43 juta ton per tahun dan tiga pabrik NPK berkapasitas 300.000 ton per tahun.

Pupuk Kaltim juga memiliki fasilitas pendukung lainnya seperti Boiler Batu Bara berkapasitas 560 ton steam per jam, enam Gudang berkapasitas 315.000 ton, enam Dermaga 156.000 DWT, tiga Tangki Amoniak berkapasitas 102 ton dan Laboratorium yang terakreditasi ISO/ICE 17025:2017.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bakal Listing di Hong...
Bakal Listing di Hong Kong, MNC Animation Go Global Bidik 8 Juta Penduduk Dunia
MNC Digital Mengambil...
MNC Digital Mengambil Langkah Strategis Menuju Pencatatan Saham Sekunder di HKEX dengan Pengajuan A1
Potensi Peluang ARA...
Potensi Peluang ARA Berjilid dari IPO WBSA, Aplikasi Investasi Saham IPOT Permudah Akses
Airlangga Blak-blakan...
Airlangga Blak-blakan Soal 2 Skema Demutualisasi Bursa Efek, Bisa IPO dan Private Placement
BEI Buka Suara Pascatemuan...
BEI Buka Suara Pascatemuan Bareskrim Soal Manipulasi IPO PIPA
Efek Free Float 15%,...
Efek Free Float 15%, OJK Kaji Ulang Rencana IPO 2026
OJK Sebut Sekuritas...
OJK Sebut Sekuritas Goreng Saham BEBS Raup Untung Rp14,5 Triliun
Dunia Otomotif Tahan...
Dunia Otomotif Tahan Napas: IPO Berisiko Chery Akan Menentukan Nasib Mobil China
Pengamat Soroti Putusan...
Pengamat Soroti Putusan Bawaslu yang Hentikan Dugaan Pelanggaran PSU Bengkulu Selatan
Rekomendasi
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved