BEI Bidik 57 Emiten Baru IPO Tahun Depan, Ada Anak BUMN
Senin, 28 November 2022 - 08:14 WIB
loading...
Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis tahun depan akan lebih banyak emiten baru masuk bursa saham termasuk anak BUMN. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik 57 perusahaan baru melaksanakan penawaran umum perdana/initial public offfering (IPO) pada 2023. Adapun target tersebut meningkat dibandingkan tahun ini.
"Ini mencakup anak BUMN, tentu ada kerahasiaan, saya nggak bisa sebut nama, sampai proses bookbuilding," kata Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam Workshop Pasar Modal di Kota Bandung, dikutip Senin (28/11/2022).
Baca Juga: IPO Pertamina Geothermal Masuk Tahap Finalisasi di Bursa
Dia mengatakan terdapat sejumlah entitas anak usaha BUMN yang akan ikut melantai di bursa tahun depan. Kendati tidak menyebut nama, publik diminta bersabar hingga proses bookbuilding berlangsung. Saat ini, bursa menggenggam total 43 emiten yang masuk dalam pipeline pencatatan bursa. Dari angka itu, beberapa perusahaan swasta akan mengisi periode pencatatan di akhir tahun.
Sepanjang 2022 per 22 November, terdapat 54 perusahaan tercatat baru. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah di sisa akhir tahun, mengingat terdapat sejumlah emiten masih mengantri di laman e-IPO. "Realisasinya itu sampai akhir tahun bisa ke 58. Tahun depan kita target di 57," terangnya.
"Ini mencakup anak BUMN, tentu ada kerahasiaan, saya nggak bisa sebut nama, sampai proses bookbuilding," kata Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam Workshop Pasar Modal di Kota Bandung, dikutip Senin (28/11/2022).
Baca Juga: IPO Pertamina Geothermal Masuk Tahap Finalisasi di Bursa
Dia mengatakan terdapat sejumlah entitas anak usaha BUMN yang akan ikut melantai di bursa tahun depan. Kendati tidak menyebut nama, publik diminta bersabar hingga proses bookbuilding berlangsung. Saat ini, bursa menggenggam total 43 emiten yang masuk dalam pipeline pencatatan bursa. Dari angka itu, beberapa perusahaan swasta akan mengisi periode pencatatan di akhir tahun.
Sepanjang 2022 per 22 November, terdapat 54 perusahaan tercatat baru. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah di sisa akhir tahun, mengingat terdapat sejumlah emiten masih mengantri di laman e-IPO. "Realisasinya itu sampai akhir tahun bisa ke 58. Tahun depan kita target di 57," terangnya.
Lihat Juga :