Dukung Ekraf Medan, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Kunjungi Galeri Ulos Sianipar dan UKM Bersama
Sabtu, 28 Januari 2023 - 14:37 WIB
loading...
Usai melihat proses menenun kain ulos, Wamenparekraf, , Angela Tanoesoedibjo bergerak menuju ke Galeri Ulos Sianipar yang telah berdiri sejak 1992. Foto/Dok
A
A
A
MEDAN - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf/Wakabaparekraf), Angela Tanoesoedibjo berkesempatan untuk mengunjungi Galeri Ulos Sianipar dan UKM Bersama sekaligus melihat langsung proses menenun kain ulos yang berlokasi di daerah Pasar Merah, Medan, Sumatra Utara sebagai upaya mendukung pelaku ekonomi kreatif Medan khususnya sub sektor kriya.
Baca Juga: Bukan Sekadar Pembuat Kain, Perempuan Pengrajin Ulos Turut Jaga Eksistensi Suku Batak
Untuk melihat proses menenun kain ulos, Wamenparekraf Angela yang juga Ketua DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Bidang Ekonomi Digital & Kreatif ini, bersama Pemilik Galeri Ulos Sianipar Robert Maruli Tua Sianipar berjalan sejauh 150 meter dari Galeri Ulos Sianipar. Di rumah tenun terdapat kurang lebih 150 penenun yang setiap harinya memproduksi beragam jenis ulos. Tentunya rumah tenun ini dilengkapi dengan sejumlah alat tenun yang masih tradisional.
![Dukung Ekraf Medan, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Kunjungi Galeri Ulos Sianipar dan UKM Bersama]()
Usai melihat proses tersebut, Wamenparekraf bergerak menuju ke Galeri Ulos Sianipar yang telah berdiri sejak 1992. Galeri Ulos Sianipar menawarkan berbagai jenis kerajinan. Mulai dari kain ulos, songket, baju, tas, dompet, sandal, sepatu, pernak-pernik, hingga makanan ringan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Pembuat Kain, Perempuan Pengrajin Ulos Turut Jaga Eksistensi Suku Batak
Untuk melihat proses menenun kain ulos, Wamenparekraf Angela yang juga Ketua DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Bidang Ekonomi Digital & Kreatif ini, bersama Pemilik Galeri Ulos Sianipar Robert Maruli Tua Sianipar berjalan sejauh 150 meter dari Galeri Ulos Sianipar. Di rumah tenun terdapat kurang lebih 150 penenun yang setiap harinya memproduksi beragam jenis ulos. Tentunya rumah tenun ini dilengkapi dengan sejumlah alat tenun yang masih tradisional.

Usai melihat proses tersebut, Wamenparekraf bergerak menuju ke Galeri Ulos Sianipar yang telah berdiri sejak 1992. Galeri Ulos Sianipar menawarkan berbagai jenis kerajinan. Mulai dari kain ulos, songket, baju, tas, dompet, sandal, sepatu, pernak-pernik, hingga makanan ringan.
Lihat Juga :