Minyakita Mahal, Mendag Zulhas Tak Segan Beri Penalti kepada Penjual
Selasa, 31 Januari 2023 - 18:10 WIB
loading...
Mendag Zulkifli Hasan merespons, adanya laporan bahwa terdapat praktik menjual Minyakita di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp14.000 per Liter. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perdagangan atau Mendag Zulkifli Hasan mengaku, tidak segan untuk memberikan penalti terhadap penjual yang kedapatan menjual Minyakita di atas harga eceran tertinggi (HET). Mendag juga mengutarakan, pihaknya telah membentuk gugus tugas untuk mengawasi pendistribusian minyak goreng setiap harinya.
“Harganya tetap, kalau naik akan didenda. Setiap hari gugus tugas memonitor pendistribusian minyak goreng, dicek siapa yang sudah supply,” ujar Zulhas -sapaan akrab Zulkifli Hasan- saat Konferensi Pers Keikutsertaan Indonesia pada New York Fashion Week di Jakarta, Selasa (31/1/2023).
Baca Juga: KPPU Bakal Panggil Kemendag dan Kemenperin Soal Kelangkaan dan Mahalnya Minyakita
Sementara untuk mengatasi kelangkaan Minyakita, Mendag sudah meneken perjanjian dengan produsen minyak goreng (migor) untuk meningkatkan tambahan suplai migor emasan dan curah sebanyak 450 ribu ton per bulan selama tiga bulan yaitu Februari - April 2023.
“Kelangkaan Minyakita diatasi dengan meningkatkan supplynya dari 300 ribu ton/bulan menjadi 450 ribu ton/bulan” ujar Zulhas.
“Harganya tetap, kalau naik akan didenda. Setiap hari gugus tugas memonitor pendistribusian minyak goreng, dicek siapa yang sudah supply,” ujar Zulhas -sapaan akrab Zulkifli Hasan- saat Konferensi Pers Keikutsertaan Indonesia pada New York Fashion Week di Jakarta, Selasa (31/1/2023).
Baca Juga: KPPU Bakal Panggil Kemendag dan Kemenperin Soal Kelangkaan dan Mahalnya Minyakita
Sementara untuk mengatasi kelangkaan Minyakita, Mendag sudah meneken perjanjian dengan produsen minyak goreng (migor) untuk meningkatkan tambahan suplai migor emasan dan curah sebanyak 450 ribu ton per bulan selama tiga bulan yaitu Februari - April 2023.
“Kelangkaan Minyakita diatasi dengan meningkatkan supplynya dari 300 ribu ton/bulan menjadi 450 ribu ton/bulan” ujar Zulhas.
Lihat Juga :