Terus Melaju, PMI Manufaktur RI Naik jadi 51,3 pada Januari 2023
Kamis, 02 Februari 2023 - 17:37 WIB
loading...
Di tengah ketidakpastian kondisi global, sektor manufaktur nasional konsisten ekspansif selama 17 bulan beruntun. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Di tengah ketidakpastian kondisi global, sektor manufaktur nasional konsisten ekspansif selama 17 bulan beruntun. Hal ini terindikasi dari Purchasing Managers’s Index (PMI) Indonesia pada Januari 2023 yang tercatat naik menjadi 51,3 dibandingkan 50,9 di Desember 2022.
“Sektor manufaktur yang tetap berada di zona ekspansi menunjukkan daya tahan perekonomian Indonesia di tengah gejolak global dan perlambatan manufaktur yang terjadi di berbagai negara,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Febrio Kacaribu, di Jakarta, Kamis (2/2/2023).
Tren ekspansif di bulan Januari 2023 juga ditunjukkan beberapa negara lain di kawasan Asia Tenggara yaitu Filipina 53,5, dan Thailand 54,5.
Sementara itu, Taiwan 44,3, Malaysia 46,5, Vietnam 47,4, Korea Selatan 48,5 dan Amerika Serikat 46,8 tercatat masih berada di zona kontraktif.
“Output dan permintaan baru di Indonesia mengalami pertumbuhan tercepat dalam tiga bulan terakhir karena permintaan dalam negeri yang tetap kuat,” tuturnya.
Baca juga: Indonesia Masih Jadi Negara Tujuan Investasi Industri Manufaktur, Kantongi Rp 497,7 Triliun
Walaupun permintaan dari sisi ekspor masih agak tertahan, peningkatan permintaan domestik mampu mendorong perusahaan untuk meningkatkan aktivitas pembelian barang input.
“Sektor manufaktur yang tetap berada di zona ekspansi menunjukkan daya tahan perekonomian Indonesia di tengah gejolak global dan perlambatan manufaktur yang terjadi di berbagai negara,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Febrio Kacaribu, di Jakarta, Kamis (2/2/2023).
Tren ekspansif di bulan Januari 2023 juga ditunjukkan beberapa negara lain di kawasan Asia Tenggara yaitu Filipina 53,5, dan Thailand 54,5.
Sementara itu, Taiwan 44,3, Malaysia 46,5, Vietnam 47,4, Korea Selatan 48,5 dan Amerika Serikat 46,8 tercatat masih berada di zona kontraktif.
“Output dan permintaan baru di Indonesia mengalami pertumbuhan tercepat dalam tiga bulan terakhir karena permintaan dalam negeri yang tetap kuat,” tuturnya.
Baca juga: Indonesia Masih Jadi Negara Tujuan Investasi Industri Manufaktur, Kantongi Rp 497,7 Triliun
Walaupun permintaan dari sisi ekspor masih agak tertahan, peningkatan permintaan domestik mampu mendorong perusahaan untuk meningkatkan aktivitas pembelian barang input.
Lihat Juga :